inilah kegunaan dari kayu keruing

Rumah yang indah dengan nuansa yang casual merupakan idaman semua orang. Salah satu cara untuk mewujudkannya yaitu dengan mengaplikasikan produk kayu pada rumah anda, baik itu lantai, dinding, ataupun furtniture. Ada sebuah jenis kayu yang sudah tersohor akan kekuatan dan keindahan warna nya untuk dijadikan interior rumah, yaitu kayu keruing. Namun, sebelum anda membeli atau memakai jenis kayu ini untuk rumah anda, ada baiknya anda mengenal lebih dalam tentang kayu Keruing dalam ulasan kami kali ini, penasaran? langsung saja simak berikut ini:

Mengenal Kayu Keruing

Dari sekian banyak kayu yang dipakai untuk berbagai keperluan sepeti furtniture, lantai kayu, plafon kayu, hingga aksesoris, ada satu jenis kayu yang paling favorit dan terkenal di dunia pertukangan, yaitu kayu Keruing. Memiliki nama latin Dipterocarpus, kayu Keruing ini juga lebih dikenal dengan nama Kruing (mungkin karena lebih gampang ditulis dan diucapkan). Pohon keruing memiliki cabang bebas dan tidak beraturan, dengan ketinggian pohon sekitar 50 meter, cabang pohon hingga 35 cm dan diameter pohon 120 cm. Dalam artikel kali ini kita akan membahas kayu keruing sedikit lebih dalam agar anda yang berencana menggunakan kayu ini untuk kebutuhan anda, bisa mengetahui dengan sangat jelas. Mari simak informasinya berikut ini:

Karakteristik Kayu Keruing

Warna cokelat, kelabu tua dan cokelat kemerahan merupakan ciri utama dari kayu Kruing. Namun tak menutup kemungkinan ada saja kayu kruing yang memiliki warna dari perpaduan ketiga warna tadi. Serat dari kayu Kruing ini lurus dan berpadu dan memiliki permukaan yang mengkilap karena jika disentuh memang sedikit lengket dan juga licin.

Warna cokelat muda atau kuning yang terdapat pada bagian kayu teras keruing menjadikannya lebih terang daripada bagian gubal kayu kruing. Kayu kruing merupakan kayu kelas I dan kelas II dalam kelas/golongan kayu di Indonesia, inilah salah satu alasan yang menjadikan kayu keruing sangat diminati dan digunakan untuk bahan utama bangunan seperti rangka atap dan kusen.
Namun, makin hari permintaan kayu keruing ini semakin banyak bahkan membludak, dampaknya yaitu keberadaan kayu keruing sangat menghawatirkan dan bahkan bisa dikatakan terancam punah. Meski persebaran jenis pohon ini terbilang luas di Asia Tenggara, hanya sedikit saja yang tumbuh di Indonesia yaitu di pulau Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali, Sumbawa dan Lombok.

Kelebihan dan Kekurangan Kayu Keruing

 

kelebihan dan kekurangan keruing
kelebihan dan kekurangan keruing

Tentunya, setiap jenis kayu memiliki kelebihan serta kekurangan nya masing-masing. Baik itu dari segi penampilan, ketahanan, atau harga kayu tersebut. Untuk lebih lanjutnya anda bisa membaca kelebihan dan kekurangan kayu keruing sebagai berikut:

Kelebihan Kayu Keruing

  1. Tingkat kekuatan yang dimiliki kayu keruing ini hampir sama dengan tingkat kekuatan dari kayu jati, yang berarti tingkat kuat ini tak lagi perlu untuk diragukan karena mungkin anda sendiri sudah mengetahui sebagaimana bagusnya kekuatan yang dimiliki kayu jati bukan? kemiripan tingkat kuat ini dimiliki kayu keruing karena kayu ini termasuk kedalam kayu kelas I dan II. Ini merupakan alasan utama yang menjadikan kayu keruing banyak digunakan untuk bahan utama bangunan seperti rangkat atap dan furtniture lainnya seperti kusen.
  2. Yang kedua adalah warna yang dimiliki oleh kayu keruing, warna yang indah dan menarik dipadukan dengan serat yang beraturan menciptakan nuansa kayu ini menajdi lebih eksotis. Jika anda berencana menggunakan kayu keruing untuk lantai kayu, alangkah baiknya jika anda memilih kayu keruing yang sudah dikeringkan dan diawetkan.

Kekurangan Kayu Keruing

Setelah anda terpukau dengan segala kelebihan kayu keruing, kini kita bahas apa saja kelemahan dari jenis kayu tersebut.

  1. Kekurangan kayu keruing yang pertama yaitu pada bagian proses pengerjaan kayu tersebut terbilang lebih sulit. Hal ini berarti pengerjaan proses pengolahan kayu keruing lebih sulit ketimbang semudah pengerjaan pada kayu jati.
  2. Mirip, namun belum sampai menyamai. Meski kekuatan nya yang hampir sama dengan kayu jati, namun berbeda dengan tingkat keawetan nya, yang mana hal ini menjadikan kayu keruing harus melalui proses perendaman atau pelapisan lebih lanjut agar lebih awet. Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk membuat kayu keruing ini lebih awet, salah satunya dengan memberikan obat pengawet kayu agar umur dari kayu keruing tersebut dapat bertahan lebih lama. Cara ini sangat penting untuk anda lakukan, terlebih jika anda berencana untuk memasang atau menggunakan produk kayu keruing di tempat atau ruangan yang lembab seperti di area dapur atau kamar mandi. Tapi tak menutup kemungkinan anda juga dianjurkan untuk melakukan hal tersebut saat menggunakan kayu keruing untuk rangka atap, karena untuk menjadikannya rangka atap haruslah kayu yang kuat, kokoh, serta tahan lama untuk menahan beban bertahun lamanya.

Tingkat keawetan dari kayu keruing tidak begitu memukau meski tingkat keras nya menyerupai kayu jati. Tingkat keawetan dari kayu keruing ini berada pada kelas III. Mengartikan bahwa kayu keruing ini memiliki kemungkinan untuk lapuk atau keropos dengan waktu yang terbilang lumayan cepat. Tetapi tenang saja, tingkat III ini merupakan tingkat medium atau tergolong cukup baik, bukan tingkat paling buruk atau paling bawah.

Manfaat Kayu Keruing Untuk Interior Rumah

Sebelumnya kita sudah membahas sedikit tentang kegunaan utama kayu keruing yang berperan dalam hal bangunan seperti rangka atap. Nah kali ini kita akan lebih membahas tentang kegunaan lain dari Kayu keruing untuk lantai, Plafon dan hiasan dinding. Ada 2 produk unggulan dari jenis kayu keruing untuk interior rumah, yaitu untuk lantai kayu dan juga plafon kayu. Tentunya hal ini merupakan interior yang memberikan nuansa yang sangat berbeda pada hunian anda, lebih indah, kasual dan juga eksotis. Apa saja produk dari keruing yang bisa diaplikasikan pada rumah? mari kita simak berikut ini:

Kayu Keruing Untuk Lantai

Jika membahas tentang interior rumah, terlebih lagi pada bagian lantai, kurang rasanya jika tak membahas kayu sebagai lantai. Jelas saja karena mungkin untuk mencipatakan nuansa yang lebih estetik pada rumah, tentunya kayu menjadi sebuah solusi pintar. Salah satu jenis kayu yang dapat dijadikan lantai yaitu kayu Keruing, dengan tingkat keras yang memadai karena mirip dengan kayu jati menjadikan kayu keruing sangat memungkinkan untuk dijadikan lantai. Ditambah lagi dengan warna dari kayu ini yang indah. Salah satu contoh produk lantai kayu keruing yaitu: Flooring Kayu Keruing Ukuran 1,5 x 9 x 30-90 cm yang memiliki harga Rp. 195.000.
Selain itu, ada juga produk lantai kayu kruing lainnya yaitu Decking Kayu Keruing

Kayu Keruing Untuk Plafon

 

Yang kedua adalah plafon atau lebih dikenal dengan lambersering, biasanya peran dari plafon ini yaitu untuk menutup atap didalam rumah. Tentunya kesan artistik akan lebih terasa ketika atap anda dipasangkan plafon dari kayu ini, terlebih lagi warna yang dimiliki kayu keruing yang kuning cenderung cerah. Contoh produk dari plafon kayu keruing ini yaitu Lambersering Kayu Keruing ukuran 1,2 x 7 x 180cm up yang memiliki harga 260.000 /m2.
Untuk harga dan informasi lebih lanjut, inilah Harga Plafon Keruing

Demikianlah pembahasan kita tentang Kayu Keruing yang cukup jelas ini. Jadi, apakah anda sudah menentukan jenis kayu apa yang terbaik untuk hunian anda? Ataukah anda masih mencari-cari jenis kayu yang cocok? Saran saya tetaplah meriset dan dapatkan informasi dari setiap kayu yang memiliki potensi untuk anda aplikasikan pada hunian anda agar dampak jangka panjang nya baik. Terimakasih.

(Visited 202 times, 2 visits today)
Scroll to Top
Open chat
Hallo
Ada yang bisa saya bantu?
%d bloggers like this: