Lantai kayu, sejak dahulu hingga kini, selalu menjadi primadona dalam dunia interior. Bukan sekadar soal estetika, tapi juga sensasi hangat dan natural yang membuat ruangan terasa lebih hidup. Tak heran jika banyak orang memilih lantai kayu untuk hunian mereka baik untuk ruang tamu, kamar tidur, bahkan area tangga.
Namun di balik pesonanya, lantai kayu tetap punya sisi lemah yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah risiko lantai kayu melengkung. Bagi sebagian orang, ini bisa jadi masalah besar karena memengaruhi kenyamanan hingga nilai estetika ruang. Lantas, apa saja sebenarnya penyebab lantai kayu melengkung? Yuk, kita bahas satu per satu!
1. Kelembapan Ruangan yang Berlebihan

Lantai kayu dan kelembapan adalah dua hal yang harus dijaga jaraknya. Ketika Anda menempatkan lantai kayu baik itu parket jati, merbau, atau ulin di ruangan yang kelembapannya tinggi, risiko lengkung akan meningkat drastis.
Lantai bisa ‘melenting’ ke atas atau bahkan bergelombang, membuatnya tak lagi nyaman dipijak. Maka dari itu, penting untuk menjaga sirkulasi udara dan menghindari penggunaan lantai kayu di area yang sering basah seperti kamar mandi atau dapur terbuka.
2. Perubahan Suhu yang Drastis
Seperti makhluk hidup, kayu juga merespons suhu lingkungan. Dalam kondisi panas ekstrem, kayu bisa menyusut, sedangkan dalam udara lembap, kayu akan mengembang. Proses ini disebut ngembang-susut, dan inilah yang kerap menjadi pemicu utama lantai kayu melengkung.
Salah satu cara mengatasi hal ini adalah menjaga suhu ruangan tetap stabil. Anda bisa menggunakan AC atau dehumidifier jika perlu, terutama saat musim panas atau hujan tiba-tiba berganti secara ekstrem.
3. Lantai Dasar yang Lembap
Seringkali, penyebab lantai kayu melengkung tidak hanya datang dari atas (udara), tapi juga dari bawah. Ya, lantai dasar yang belum kering sempurna atau memiliki kadar air tinggi bisa menjadi ‘musuh dalam selimut’.
Proses pemasangan yang tidak memperhatikan kelembapan lantai dasar bisa mempercepat kerusakan pada lantai kayu. Oleh karena itu, selalu pastikan kadar kelembapan lantai telah diukur dan dikondisikan sebelum pemasangan dilakukan.
Baca Juga : Jenis Lantai Kayu Anti Lembab, anti melengkung cek disini!
4. Dasar Beton yang Belum Matang
Beton adalah material kuat, namun menyimpan kelembapan tinggi terutama setelah proses pengecoran. Jika lantai kayu langsung dipasang di atas beton yang belum benar-benar kering, maka air dari beton akan terserap ke dalam kayu. Akibatnya? Lantai kayu mengembang dan mulai melengkung perlahan. Solusinya tentu memastikan proses curing beton selesai dengan baik sebelum pemasangan dimulai. Jangan terburu-buru hanya demi mengejar waktu.
5. Kebocoran Air yang Tak Terduga

Saluran air bocor, pipa rembes, atau plafon yang rusak bisa menjadi sumber kelembapan tersembunyi. Tanpa disadari, lantai kayu perlahan menyerap air dari bawah atau sisi lain, hingga akhirnya melengkung.
Cek secara berkala saluran air dan sistem plumbing di rumah Anda. Tindakan pencegahan jauh lebih murah daripada harus mengganti seluruh permukaan lantai kayu.
6. Pemasangan yang Asal-asalan
Lantai kayu bukanlah material yang bisa dipasang sembarangan. Dibutuhkan teknik, ketelitian, dan perhitungan yang tepat mulai dari sistem perekat, pemilihan underlayer, hingga pola pemasangan.
Pemasangan yang kurang profesional dapat menyebabkan tekanan tidak merata, sehingga kayu menjadi mudah terangkat dan membentuk gelombang. Inilah kenapa sangat disarankan untuk menggunakan jasa ahli berpengalaman saat memasang lantai kayu, khususnya untuk jenis kayu solid seperti jati dan merbau.
Pastinya setiap jenis kayu memeiliki tingkat kekuatannya tersendiri, maka dari itu memilih kayu sesuai dengan kebutuhan menjadi cara paling efektif agar lantai tidak mudah melengkung. Beberapa jenis kayu seperti Jati, Ulin, Merbau, menjadi salah satu kayu yang bisa dipilih, selain tingakt kekuatan dikelas I dan II, jenis tersebut sangat cocok untuk kebutuhan lantai interior.
Jadi, sudah tahu apa saja penyebab lantai kayu mudah melengkung?
