Bata telah digunakan sebagai bahan konstruksi selama ribuan tahun dan masih digunakan secara luas di berbagai jenis proyek bangunan, dari rumah-rumah hingga bangunan komersial dan industri.
Pemilihan jenis bata sangat penting dalam konstruksi bangunan, karena berbagai jenis bata memiliki karakteristik yang berbeda dan dapat mempengaruhi kualitas, daya tahan, serta penampilan akhir bangunan.
Oleh karena itu, memilih jenis bata harus sesuai dengan kebutuhan dan desain bangunan. Selain bata merah, terdapat salah satu jenis bata bangunan yang cukup banyak diminati karena bobotnya yang relatif ringan yakni bata hebel.
Pernah dengar jenis batu bata yang satu ini?
Apa itu bata hebel?
Bata Hebel, juga dikenal sebagai Autoclaved Aerated Concrete (AAC), adalah jenis material bangunan yang ringan dan tahan api yang digunakan dalam konstruksi.

Bata Hebel terbuat dari campuran semen, pasir, air, dan bubuk aluminium yang menghasilkan struktur berpori dengan banyak rongga udara di dalamnya.
Bahan ini dikeraskan melalui proses pengukusan atau pemanasan bertekanan tinggi menggunakan autoclave, yang menghasilkan struktur yang ringan tetapi kuat.
Bata Hebel umumnya digunakan dalam berbagai jenis konstruksi, termasuk bangunan komersial, perumahan, dan industri.
Meskipun memiliki banyak keunggulan, biaya pembelian bata Hebel mungkin lebih tinggi dibandingkan dengan bata konvensional.
Namun, ini bisa diimbangi dengan keuntungan jangka panjang yang ditawarkannya, seperti efisiensi energi dan daya tahan yang lebih baik.
Baca juga: Apa Itu ACP? Material Lapisan Bangunan Untuk Indoor & Outdoor
Ciri-ciri bata hebel yang perlu kalian ketahui!

Bata hebel atau batu bata ringan ini memiliki beberapa ciri khas yang jarang dimiliki oleh jenis bata bangunan lainnya. Penasaran? Simak ulasannya dibawah ini:
1. Kepadatan rendah dan ringan
Bata Hebel memiliki kepadatan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan bata konvensional. Hal ini membuatnya menjadi bahan yang sangat ringan, memudahkan proses transportasi, pengangkatan, dan pemasangan di lokasi konstruksi.
2. Struktur poros dan berongga
Ciri yang paling khas dari bata Hebel adalah strukturnya yang poros dan berongga. Proses produksinya melibatkan pengenangan udara di dalam adukan, menghasilkan banyak rongga udara di dalamnya. Ini memberikan bata Hebel keunggulan dalam hal isolasi termal dan akustik.
3. Isolasi termal dan akustik yang unggul
Kehadiran rongga udara di dalam struktur bata Hebel memberikan isolasi termal yang baik. Ini berarti bahwa bata Hebel dapat membantu menjaga suhu interior bangunan tetap stabil, mengurangi kebutuhan pemanasan dan pendinginan.
Selain itu, struktur berongga juga memiliki kemampuan meredam suara, mengurangi kebisingan dari luar dan antar-ruangan.
4. Kekuatan mekanik yang baik

Meskipun bata Hebel terlihat ringan dan poros, bahan ini memiliki kekuatan mekanik yang memadai untuk digunakan dalam konstruksi dinding dan struktur lainnya. Kekuatan ini memungkinkan bata Hebel untuk mendukung beban bangunan dengan baik.
Baca juga: 7 Jenis batu alam untuk dekorasi bangunan
5. Tahan terhadap suhu panas
Bata Hebel memiliki daya tahan terhadap api yang baik. Ini karena struktur porosnya mengurangi transfer panas, dan material ini tidak mudah terbakar. Bata Hebel dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap penyebaran api dalam situasi kebakaran.
6. Kemudahan Pembentukan
Bata Hebel dapat dipotong, dibentuk, dan diolah dengan relatif mudah menggunakan alat-alat konvensional. Ini memungkinkan fleksibilitas dalam merancang dan membangun dengan bata Hebel.
Baca juga: 5 Jenis batu bata bangunan terbaik
7. Ramah Lingkungan
Bahan pembuat bata Hebel adalah campuran semen, pasir, air, dan bubuk aluminium. Ini adalah bahan-bahan yang alami dan dapat didaur ulang. Selain itu, produksi bata Hebel menggunakan lebih sedikit bahan baku dan energi dibandingkan dengan bata konvensional.
8. Kecepatan Pemasangan

Ukuran besar dari bata Hebel memungkinkan pemasangan yang lebih cepat dibandingkan dengan bata konvensional. Ini dapat mengurangi waktu konstruksi secara keseluruhan.
9. Daya Tahan Terhadap Perubahan Cuaca
Bata Hebel memiliki ketahanan yang baik terhadap perubahan cuaca, termasuk pengembangan dan penyusutan akibat fluktuasi suhu dan kelembaban.
10. Kebersihan dan Kesehatan
Bata Hebel cenderung mengurangi risiko pertumbuhan jamur dan bakteri karena sifatnya yang tidak ramah bagi mikroorganisme ini.
Baca juga: 4 Fakta menarik tentang lantai teraso
Kisaran harga bata hebel di toko bangunan

Harga bata Hebel atau Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, termasuk lokasi geografis, merek produsen, ukuran bata, kuantitas pembelian, dan fluktuasi pasar.
- Harga Per Kubik (m³): Kisaran harga bata Hebel per kubik (m³) bisa bervariasi, tetapi umumnya berkisar antara sekitar Rp 1.500.000 hingga Rp 2.500.000 per m³. Ini adalah harga kasar dan bisa saja berubah tergantung pada faktor-faktor yang telah disebutkan sebelumnya.
- Harga Per Bata: Harga bata Hebel per bata mungkin berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 40.000 per bata, tergantung pada ukuran bata dan merek produsennya. Ukuran bata Hebel yang umum adalah sekitar 600mm x 200mm x 75mm. Namun, harga bisa bervariasi untuk ukuran yang berbeda.
Pastikan untuk memeriksa dengan toko bahan bangunan atau produsen lokal untuk mendapatkan perkiraan harga yang lebih akurat berdasarkan kondisi saat ini. Harga juga bisa berubah seiring waktu karena perubahan di pasar dan faktor-faktor ekonomi lainnya.
Artikel terkait: Harga lambersering kayu untuk hiasan dinding dan plafon
Bagaimana, tertarik pakai bata ringan atau hebel?
