Mengenal Desain Mezzanine – Kita semuanya pastinya menginginkan sebuah hunian idaman yang memiliki konsep desain mewah modern dengan di dukung beberapa elemen dekoratif cantik didalamnya.
Namun ketika hendak membangun sebuah bangunan tempat tinggal atau rumah, terkadang kita kebingungan ingin menerapkan gaya hunian seperti apa.
Karena setiap desain hunian pada umumnya memiliki karakteristik tersendiri yang diperlu diperhatikan, selain memperhitungkan luas bangunan, namun kita juga tidak lupa untuk sadar dengan kondisi lingkungan sekitar.
Selain desain Shabby Chic, konsep bangunan yang bisa kalian coba pada hunian minimalis atau mungil adalah Desain Mezzanine.
Gaya arsitektur mezzanine sendiri dapat diartikan sebagai lantai tambahan yang berfungsi sebagai ruang ekstra atau ruang tambahan pada hunian tanpa perlu menambah lantai bangunan.
Agar tidak bingung, langsung saja simak ulasannya dibawah ini :
Apa itu desain mezzanine?
Pada awalnya orang-orang mengira bahwa konsep interior mezzanine merupakan bagian langit-langit dari sebuah bangunan. Namun sebetulnya, mezzanine sendiri adalah sebuah balkon yang berada di dalam ruangan atau kerap disebut sebagai lantai tambahan.

Mezzanine adalah kata yang berasal dari Italia yakni “Mezzo” yang artinya “bagian tengah”. Karena hal itulah merujuk pada sisi tambahan dalam rumah yang berada di antara dasar lantai dengan plafon atap bangunan.
Dengan luas yang umumnya hanya sepertiga dari keseluruhan ruangan. Awal mula penggunaan desain mezzanine ini dipergunakan pada bangunan-bangunan seperti pabrik atau gudang.
Sebab, bangunan semacam pabrik atau gudang pada umumnya dibangun dengan bagian atap atau plafon yang tinggi dibandingkan dengan bangunan rumah.
Namun di era modern ini, penerapan konsep mezzanine pada bangunan tidak hanya berfokus pada gudang atau pabrik saja.
Melainkan sudah mulai berkembang ke sektor lain seperti perkantoran, cafe, hotel, apartemen, gereja, toko hingga hunian tempat tinggal.
Baca juga : Mengenal gaya interior Japandi
Tips penggunaan mezzanine pada rumah minimalis
Jika kalian berniat ingin mengusung desain interior mezzanine pada hunian, sebaiknya kalian ketahui tips-tips berikut ini agar tidak salah kaprah atau memilih elemen dekorasi maupun gaya arsitektur yang sesuai dengan luas lahan hunian.
1. Menentukan desain dengan denah rumah mezzanine
Pada saat hendak membuat sebuah ruangan baru (new room), maka diperlukan perencanaan dengan sebaik mungkin mulai dari desain yang akan diterapkan, gaya interior, jenis furniture hingga material yang dipakai.

Disarankan memilih material yang mampu menyatu dengan bangunan utama seperti baja ringan, beton ringan dan material kayu. Sementara itu, untuk bagian pembatas bisa memakai kaca atau kayu solid seperti bengkirai, ulin dan jati. Maupun railing.
Merencanakan sebuah desain hunian mezzanine sama halnya dengan merencanakan investasi rumah idaman jangka panjang , oleh sebab itu alangkah baiknya harus berkualitas baik secara fisik maupun lingkungan.
Baca juga : Apa itu desain industrial?
2. Perhitungkan tinggi dan luas bangunan
Saat memutuskan ruangan mana yang akan dipakai, perhatikan ketinggian dan luas ideal yang dibutuhkan untuk rumah mezzanine.

Lokasi mezzanine harus berada di tengah antara langit-langit dan lantai dasar. Penting untuk memeriksa ruangan untuk benjolan kepala.
Menurut pakar desain interior yang impresif, tinggi minimal rumah mezzanine adalah 440 cm. Luas ruang mezzanine juga harus sepertiga dari total luas rumah induk.
Hal ini dilakukan agar ruang mezzanine tidak menjadi panas dan udara bersirkulasi dengan baik. Kalian bisa menentukan ukuran bersama dengan ahlinya.
3. Mengatur sirkulasi udara dan pencahayaan
Pada ruangan yang terdapat sebuah mezzanine harus mendapatkan sirkulasi udara dan pencahayaan yang optimal agar nyaman ketika digunakan.

Kalian bisa menggunakan jendela atau ventilasi udara yang menyesuaikan dengan kondisi desain mezzanine.
Sedangkan dalam hal pencahayaan diperlukan berdasarkan fungsi ruangan. Jika ruangan tersebut difungsikan sebagai ruang belajar atau ruang kerja pribadi maka dibutuhkan cahaya yang bagus.
Kita juga bisa memanfaatkan lampu belajar khusus, namun tidak melupakan bahwa pencahayaan alami dari sinar matahari pun tetap diperlukan pada siang hari.
Baca juga : Desain rumah kayu ala Eropa
4. Sesuaikan fungsi ruang mezzanine
Hunian mezzanine mempunyai ciri khas konsep semi keterbukaan yang dimana terdapat ruangan yang tidak tertutup. Oleh karena itu, kita harus memastikan penggunaan ruang mezzanine agar nyaman dan aman digunakan.

Kebanyakan kegunaan ruang mezzanine ini difungsikan sebagai sarana belajar, ruang santai atau ruang kerja pribadi.
Segala macam kebutuhan furniture tentunya diselaraskan dengan desain ruang mezzanine. Kalian juga bisa menyulap tempat tersebut menjadi ruang bermain anak, namun harus memiliki pembatas agar aman digunakan.
5. Menentukan material tangga sesuai fungsi dan desain
Ruang mezzanine bukan hanya sekedar ruangan biasa namun harus mempunyai sisi fungsionalitas yang nyata. Dalam pembuatan tangga menuju lantai mezzanine, perlu dipertimbangkan secara teliti supaya aman dan nyaman bagi anggota keluarga.

Kalian bisa menggunakan papan tangga kayu jati atau papan kayu merbau sebagai pijakan anak tangga menuju ruang desain mezzanine.
Tangga kayu pada umumnya selalu masuk dengan konsep atau tema yang kita terapkan kedalam hunian, sehingga wajib dicoba.
Artikel terkait : Harga papan tangga kayu
