Jenis Paving block – Menurut informasi yang didapat, Paving block untuk pertama kalinya populer di Kawasan Eropa pada tahun 1940an.
Memasuki tahun 1980an, barulah Paving block mulai populer di Indonesia. Lantas, apa itu Paving block?
Paving block merupakan sebuah material berupa beton pracetak dengan beragam bentuk, yang mana masing-masingnya memiliki karakteristik tersendiri.
Material ini akan disusun di atas permukaan tanah sebagai pijakan lantai yang kokoh dan keras.
Dibandingkan dengan aspal atau cor beton biasa, ternyata tingkat ketahanan dan kekuatan Paving block lebih bagus lho.
Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai jenis-jenis paving block, yuk simak langsung ulasannya di bawah ini.
Jenis-jenis Paving Block
1. Paving Block Persegi Panjang
Persegi Panjang jenis persegi panjang memiliki bentuk yang mirip bata dengan ukuran standar sekitar 10,5 x 21 cm.
Meski terkesan sederhana, namun paving block persegi panjang menjadi yang paling populer karena fleksibilitas dalam pemasangannya.

Sehingga paving block persegi panjang bisa dibentuk dengan berbagai pola, seperti anyaman, lurus, hingga tulang ikan.
Tentunya paving block persegi panjang cocok diaplikasikan pada area kecil atau besar, entah itu berupa halaman hingga jalan komplek perumahan.
Bahkan dari segi harga, paving block persegi panjang merupakan yang termurah dibanding dengan jenis lainnya.
Baca juga: 5 Pilihan Bahan Roster Dinding Terbaik Untuk Hunian
2. Paving Block Hexagonal
Selain persegi panjang, Paving Block Hexagonal juga cukup banyak diminati. Ya, jenis ini memiliki bentuk yang menyerupai sarang lebah dengan ukuran standar 20 x 20 cm.

Berkat bentuknya yang segi enam, sehingga membuat setiap bloknya akan saling mengunci kuat sekaligus mampu menahan beban berat yang lebih baik.
Paving Block Hexagonal ideal dipasang di ruang publik seperti komplek perumahan, taman kota, hingga area parkir.
Menariknya lagi, ia dapat dipadukan dengan beragam warna berbeda untuk menciptakan pola yang lebih dekoratif.
Akan tetapi, proses pemasangan Paving Block Hexagonal harus dilakukan dengan ekstra teliti agar hasilnya rapi dan presisi.
3. Paving Block Cacing (Zig-Zag)
Tak seperti kedua jenis tadi, Paving Block Cacing mengusung desain bergelombang yang mirip dengan huruf “S”.
Dengan bentuknya yang bergelombang, sehingga setiap blok saling mengunci kuat yang mampu menahan beban kendaraan berat sekalipun.

Bagaimana tidak? Sebab Paving Block Cacing memiliki durabilitas tinggi yang menjadikannya tidak mudah bergeser atau bergelombang meski sering dilalui kendaraan berat.
Nah, karena keunggulan inilah yang membuat Paving Block Cacing kerap diaplikasikan pada area dengan lalu lintas tinggi, seperti jalan utama perumahan, area industri, dan area parkir.
Namun, kekurangan Paving Block Cacing terdapat pada tampilan bentuknya yang dinilai kurang fleksibel untuk pola dekoratif.
4. Paving Block Rumput (Grass Block)
Selanjutnya ada jenis grass block, yakni berupa blok beton dengan rongga di bagian tengah yang biasanya diisi tanah dan ditanami rumput.

Itu sebabnya, mengapa Paving Block Rumput dapat mengurangi risiko banjir karena kemampuannya yang bisa meresap air hujan langsung ke tanah.
Disisi lain, keberadaan Paving Block Rumput juga akan meningkatkan kesan natural dan menyegarkan.
Pastinya Paving Block Rumput cocok dipasang diarea taman, jalan setapak, komplek perumahan, dan lain sebagainya.
Akan tetapi, Paving Block Rumput harus diberi perawatan ekstra dan tidak terlalu kuat dalam menahan beban berat kendaraan.
Baca juga: 3 Jenis Lantai Kayu untuk Taman yang Anti air & Jamur
Pertimbangan Sebelum Membeli Paving Block
Setelah mengetahui jenis-jenisnya, penting juga bagi anda untuk mempertimbangkan beberapa hal sebelum membeli Paving Block seperti berkikut:
1. Menyesuaikan Dengan Fungsi
Perlu diketahui, Paving Block jenis persegi panjang dan hexagonal lebih ideal diaplikasikan pada halaman rumah atau komplek perumahan.
Sedangkan untuk kebutuhan parkir dan jalan kendaraan berat, sebaiknya pilih Paving Block cacing dengan ketebalan diatas 8 cm.
Adapun jenis Paving Block rumput lebih cocok diaplikasikan pada taman pribadi.
2. Cek Kualitasnya
Dalam hal ini, disarankan bagi anda untuk memilih Paving Block yang memiliki permukaan padat, tidak murah tergores, dan tidak mudah hancur ketika dijatuhkan.
3. Tentukan Warna yang Sesuai Konsep
Jika anda mengusung tema minimalis, maka pilihlah Paving Block berwarna netral seperti abu-abu.
Adapun Paving Block dengan warna cerah seperti kuning, merah, atau biru dapat menciptakan kesan yang lebih hidup pada area halaman dan taman.
4. Menghitung Sesuai Kebutuhan
Sebelum membeli Paving Block, anda harus mengukur luas lahan yang hendak dipasang.
Biasanya Paving Block dijual per meter persegi, sehingga anda dapat memperkirakan berapa biaya yang harus dikeluarkan.
5. Pilih Jasa Pasang yang Profesional
Tak seperti memasang material lantai keramik, proses pemasangan paving block memang membutuhkan ketelitian yang ekstra.
Oleh karena itu, pastikan anda memilih jasa pasang yang professional untuk mendapatkan hasil maksimal.
Berapakah Harga Paving Block dan Jasa Pasangnya?
Harga Paving Block memang cukup bervariasi karena akan dibedakan berdasarkan beberapa faktor.
Faktor pertama adalah dari segi bentuk, yang mana Paving Block dengan bentuk persegi panjang, hexagonal, zig-zag, maupun gras block menawarkan harga berbeda.
Baca juga: Estimasi Biaya Rabat Lantai per Meter
Selain bentuk, ukuran tebal juga dapat mempengaruhi harga Paving Block. Ya, semakin tebal ukurannya, maka akan semakin mahal pula harga yang ditawarkannya.
Adapun faktor lain yang membedakan harga Paving Block, yaitu kualitas produk serta varian warna.
Berikut harga Paving Block per meter persegi yang dirangkum dari berbagai sumber:
- Paving Bata 8 cm: Rp 110.000 – Rp 130.000
- Paving Bata 6 cm: Rp 90.000 – Rp 110.000
- Paving Hexagonal 6 cm: Rp 100.000 – Rp 120.000
- Paving Hexagonal 8 cm: Rp 120.000 – Rp 140.000
- Paving Cacing 8 cm: Rp 120.000 – Rp 140.000
- Grass Block (tebal 8 – 10 cm): Rp 120.000 – Rp 150.000
Untuk jasa pasang standar yang tidak memiliki desain rumit diperikirakan mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per meter persegi.
Sedangkan pada pemasangan dengan tambahan persiapan seperti urugan pasir, pemadatan, dan alas tambahan, maka biayanya sekitar Rp 55 ribu hingga Rp 75 ribu per meter persegi.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai jenis-jenis paving block beserta daftar harga terbarunya.
