Jenis tikar lantai – Tak hanya sekedar sebagai alas duduk, tikar juga bisa difungsikan sebagai pelengkap dekorasi ruangan atau untuk kegiatan outdoor.
Meski cenderung sederhana, ternyata ada beragam jenis bahan tikar yang masing-masingnya memiliki karakteristik tersendiri lho.
Nah, secara kebetulan juga pada ulasan kali ini akan membahas jenis-jenis bahan tikar lantai.
Tanpa banyak panjang lebar lagi, yuk simak langsung ulasan berikut.
Bahan-bahan Tikar Lantai
1. Tikar Daun Pandan
Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa tikar dari bahan daun pandan merupakan salah satu jenis tikar tradisional yang paling populer di Indonesia.

Terbuat dari daun pandan yang dikeringkan dan di raut hingga tipis, kemudian dibentuk dengan cara dianyam hingga menjadi lembaran-lembaran tikar.
Tikar Daun Pandan sangat cocok digunakan di iklim panas, karena kemampuannya yang dapat menciptakan sensasi sejuk.
Terlebih dengan aroma khas pandan yang dapat memberikan efek menyegarkan. Adapun tampilannya yang cenderung tradisional, sehingga cocok untuk ruangan bergaya etnik atau rustic.
Akan tetapi, bahan tikar ini mudah rusak ketika sering terkena air dan kerap berjamur akibat kelembapan yang tinggi.
Itu sebabnya, mengapa Tikar Daun Pandan lebih cocok diaplikasikan di dalam rumah atau ruangan yang kering.
Baca juga: 5 Jenis Bahan Karpet Lantai
2. Tikar Bahan Serat Alam
Selain daun pandan, ada juga jenis tikar yang terbuat dari bahan serat alami seperti mending atau eceng gondok.
Kabarnya, keduan bahan serat alam tersebut memiliki tekstur yang cukup kuat serta nyaman digunakan.

Dengan tekstur unik dan warna alaminya yang khas, sehingga tikar ini dapat memberikan kesan hangat untuk ruang ramu, ruang keluarga, dan lain sebagainya.
Namun, Tikar Bahan Serat Alam membutuhkan perawatan ekstra karena sifatnya yang rentan terhadap jamur.
Oleh karena itu, Tikar Bahan Serat Alam tidak cocok diaplikasikan pada ruangan dengan kelembapan tinggi seperti dapur dan kamar mandi.
3. Tikar Bahan Jerami
Di daerah Jawa Barat, tikar dari bahan Jerami lebih populer dengan istilah “Samak”.
Bahan yang digunakan berupa Jerami kering yang telah dibersihkan, kemudian dianyam hingga menjadi lembaran tikar.

Selain karena bobotnya yang lebih ringan dan mudah didapat, tikar dari bahan Jerami juga bisa menciptakan aroma natural yang khas.
Tentunya tikar samak cocok difungsikan sebagai alas duduk, alas tidur, atau pelengkap dekorasi ruangan.
Terlebih teksturnya yang cukup lembut dan tarasa sejuk, sehingga membuatnya ideal digunakan di daerah dengan iklim panas.
Disisi lain, tikar dari bahan Jerami juga ramah terhadap lingkungan karena proses pembuatannya tanpa menggunakan bahan kimia.
Kendati tingkat ketahanannya tidak sekuat tikar pandan, namun tikar samak masih tetap banyak peminatnya karena memiliki nilai tradisi khas daerah Jawa Barat.
4. Tikar Bahan Rotan
Selain digunakan untuk kebutuhan furniture, rotan juga kerap dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan tikar lantai.
Hal itu bukan tanpa alasan, karena bahan rotan memiliki tekstur elastis dan cukup kuat.

Tikar Rotan dibuat dengan cara dianyam secara presisi, namun terkadang juga dikombinasikan dengan bahan lainnya seperti serat sintetis smaupun kulit agar lebih tahan lama.
Dari tampilan visualnya, Tikar Bahan Rotan dapat menyuguhkan kesan natural dan elegan pada ruangan.
Bahkan yang lebih hebatnya lagi, tikar rotan sudah terbukti tahan terhadap panas dan lembab.
Akan tetapi, salah satu kekurangan dari tikar rotan terdapat pada teksturnya yang agak keras.
Itu sebabnya, mengapa Sebagian orang selalu menambahkan alas busa di bagian bawah tikar rotan agar lebih nyaman.
Selain untuk alas lantai, tikar toran juga kerap dipilih untuk dekorasi interior.
Artikel Terkait: Mengenal Kayu Rotan
5. Tikar Bahan Plastik
Tikar dari bahan plastik merupakan jenis tikar modern yang paling mudah ditemui di pasaran.
Bahan yang digunakannya berupa serat plastik seperti PVC (Polyvinyl Chloride) atau polipropilena, kemudian dilah dengan cara dianyam hingga menjadi lembaran.

Keunggulan tikar bahan plastik terdapt pada harganya yang relatif murah, serta tahan terhadap air dan mudah dibersihkan.
Tak hanya itu, ia juga memiliki bobot ringan dan mudah lipat yang membuatnya praktis dibawa saat berpergian untuk kegiatan piknik.
Namun, tikar plastik memiliki daya tahan yang cukup terbatas.
Terlebih jika sering digunakan untuk kebutuhan outdoor, dimana ia bisa mengalami pemudaran warna dan menjadi rapuh akibat paparan sinar matahari
Terlepas dari kekurangannya, tikar plastik masih tetap menjadi andalan untuk menunjang kebutuhan outdoor seperti piknik, camping, acara keluarga, dan lain sebagainya.
Apakah Tikar Bisa Digunakan Untuk Dekorasi Dinding?
Selain dijadikan alas lantai, ternyata tikar juga bisa digunakan sebagai dekorasi dinding lho.
Namun, pastikan anda memilih jenis bahan tikar yang sesuai dengan gaya interior rumah. Ya, sebab masing-masing jenis bahan tikar memiliki tampilan visual yang berbeda.
Baca juga: Jenis Panel Cladding Terbaik Untuk Dinding Eksterior
Sebagai contoh, tikar dari bahan pandan atau serat alam lainnya lebih cocok diaplikasikan pada ruangan rumah yang bergaya etnik atau rustic.
Berbeda dengan tikar bahan plastik yang biasanya diaplikasikan untuk interior bergaya modern dan minimalis.
Adapun tikar dari bahan rotan yang cenderung netral, sehinigga membuatnya cocok untuk interior gaya modern dan tradisional.
Nah, itu dia beberapa jenis bahan tikar yang bisa anda temui dipasaran.
Bagaimana, apakah anda sudah menentukan jenis bahan tikar mana yang akan dipilih?
