...
kayu sonokembang angsana

Apakah kayu Sonokembang Serupa Dengan Angsana?

Kayu sonokembang angsana – Kayu sonokembang memang berasal dari pohon angsana, sehingga penyebutan jenis kayu ini kerap menggunakan kedua nama tersebut.

Jadi, kayu sonokembang merupakan istilah lain dari kayu angsana begitupun sebaliknya.

Ada beberapa daerah di Indonesia yang dikenal sebagai penghasil kayu sonokembang terbesar, seperti Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Selain di Indonesia, pohon angsana juga tumbuh subur di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, Thailand, dan Myanmar.

Nah, untuk mengenal lebih jauh lagi seputar kayu sonokembang atau angsana mending simak langsung ulasan di bawah ini.

Karakteristik Kayu Sonokembang

Untuk tampilan visualnya, Kayu Sonokembang mengusung warna dasar cokelat kemerahan hingga kekuningan, serta memiliki pola serat yang membentuk gelombang atau berpita.

ciri khas kayu sonokembang

Tentunya pola tersebut membuat permukaan Kayu Sonokembang terlihat lebih berkarakter, sehingga ideal digunakan untuk elemen dekoratif yang tidak membutuhkan banyak finishing tambahan.

Beralih ke tekstur, Kayu Sonokembang mempunyai pori-pori cukup halus serta permukaan yang licin setelah dipoles.

Adapun tingkat kekerasan Kayu Sonokembang yang termasuk kedalam kategori kelas menengah dan keras, sedangkan berat jenisnya mencapai sekitar 0,65-0,85.

Disisi lain, Kayu Sonokembang juga memiliki aroma khas yang berasal dari kandungan minyak alami didalamnya.

Nah, minyak alami inilah yang berperan untuk melindunginya dari serangan rayap maupun hama kayu lainnya.

Baca juga: Apa yang Membedakan Kayu Ulin Sulawesi & Kalimantan?

Spesifikasi Kayu Sonokembang

Dinilai dari tingkat ketahanannya, Kayu Sonokembang termasuk kedalam kelas ll dan lll.

Itu artinya, Kayu Sonokembang cukup tahan terhadap pelapukan dan serangan hama ketika digunakan di area indoor.  

spesifikasi kayu sonokembang

Akan tetapi, Kayu Sonokembang yang digunakan untuk area outdoor harus diberi coating atau pelapis pelindung agar lebih tahan terhadap perubahan cuaca ekstrim.

Bahkan, keunggulan lain dari kayu ini adalah sifatnya yang tidak mudah melengkung meski terpapar perubahan suhu dan kelembapan tinggi.

Namun kadar minyak alami didalamnya memang tidak terlalu banyak, sehingga membutuhkan perawatan secara berkala untuk menjaga tampilannya.

Ya, umumnya pengolesan ulang seperti coating pelindung akan dilakukan setiap 1 atau 2 tahun, tergantung pada kondisi penggunaan Kayu Sonokembang.

Keunggulan Kayu Sonokembang:

  • Kayu Sonokembang memiliki tampilan warna dan pola serat yang indah, bahkan lebih bervariatif dari kayu jati
  • Dengan stabilitas dimensi yang cukup baik, Kayu Sonokembang tidak mudah melengkung maupun retak
  • Dikarenakan teksturnya yang tidak terlalu keras, membuat pengerjaan Kayu Sonokembang relatif mudah yang cocok untuk industri mebel
  • Dari segi harga, Kayu Sonokembang menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan dengan jenis kayu keras lainnya
  • Kayu Sonokembang memiliki aroma khas yang lembut, sehingga dapat memberikan kesan segar yang natural

Kelemahan Kayu Sonokembang:

  • Tingkat ketahanannya terhadap rayap termasuk kategori sedang, sehingga harus diberi lapisan anti rayap tambahan
  • Selain itu, Kayu Sonokembang juga tidak tahan terhadap genangan air karena berpotensi berjamur hingga lapuk
  • Apabila sering terkena paparan sinar matahari langsung secara menerus, biasanya warna alami Kayu Sonokembang akan memudar
  • Dikarenakan usia panennya yang tergolong lambat, sehingga ketersediaan Kayu Sonokembang tidak selalu melimpah.

Berbagai Aplikasi Kayu Sonokembang

aplikasi kayu sonokembang

1. Lantai Parket Kayu

Pada industri flooring, Kayu Sonokembang merupakan salah satu material yang memang cukup populer.

Selain sifatnya yang tahan terhadap goresan, lantai parket dari Kayu Sonokembang juga dapat menyuguhkan kesan natural, mewah, dan elegan pada interior rumah.

Baca juga: Lantai Kayu Sonokeling

2. Furniture dan Mebel

Berkat tampilan visualnya yang menarik, Kayu Sonokembang kerap diandalkan untuk kebutuhan furniture dan mebel.

Seperti pembuatan meja, kursi, lemari, rak, hingga tempat tidur. Selain tampilannya yang memukau, furniture dari Kayu Sonokembang memiliki daya tahan yang cukup mumpuni.

3. Konstruksi Ringan

Selain furniture, Kayu Sonokembang juga selalu dimanfaatkan untuk bahan kusen, pintu, dan jendela.

Melalui warna cokelat kemerahannya, penggunaan Kayu Sonokembang terkesan lebih hangat yang cocok untuk rumah bergaya klasik maupun modern tropis.

4. Veneer

Tampilan pola seratnya yang menarik memang sangat ideal untuk veneer atau lapisan finishing pada dinding dan kabinet.

Sehingga veneer dari Kayu Sonokembang akan menyuguhkan nuasana premium di berbagai ruangan, seperti ruang tamu, ruang kerja, dan sebagainya.

5. Industri Kerajinan

Dengan teksturnya yang tidak terlalu keras, Kayu Sonokembang cukup mudah diolah untuk membuat ukiran, bingkai, dan elemen dekoratif menarik lainnya.

Baca juga: Keistimewaan Kayu Pinus Dibanding Jenis Kayu Lainnya!

Harga Kayu Sonokembang Dipasaran

harga kayu sonokembang

Harga Kayu Sonokembang dibedakan berdasarkan ukuran, kualitas, serta bentuk produk olahannya.

Untuk Kayu Sonokembang dalam bentuk papan mentah biasanya dibanderol dengan kisaran harga Rp 8 juta hingga Rp 12 jutaan per meter kubik.

Adapun Kayu Sonokembang dalam bentuk parket maupun veneer, yang mana harganya berada dikisaran Rp 400 ribu sampai Rp 700 ribuan per meter persegi (tergantung finishing dan ketebalan).

Demikianlah penjelasan singkat mengenai seluk beluk seputar Kayu Sonokembang atau angsana, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan penambah wawasan.

Scroll to Top