Mengenal Plywood – Material kayu dari dulu hingga sekarang masih terus dipergunakan untuk memenuhi berbagai macam keperluan, terutama di bidang kontruksi bangunan dan di dalam indsutri furniture atau mebel.
Olahan kayu seperti plywood merupakan alternatif pengganti kayu solid masa kini yang notabene harganya jauh lebih mahal dan resiko susut muai atau melengkung menjadi bahan pertimbangan.
Terlebih lagi proses pertumbuhan kayu solid biasanya relatif lama.

Sehingga untuk memenuhi kebutuhan diberbagai bidang infrastruktur dan didalam sektor industri mebel atau furniture memerlukan olahan kayu yang memiliki harga murah, mudah didapatkan dan punya kualitas bagus.
Plywood sendiri banyak dipilih oleh berbagai kalangan, terutama bagi para pengrajin kayu karena keunggulannya sebagai produk olahan kayu yang memiliki sifat fleksibel, murah, dapat dibentuk, mudah diatur ulang dan mempunyai teknik pembuatan yang tidak rumit.
Plywood itu apa?
Sederhananya, plywood adalah kayu lapis. Namun ada pula yang menyebutnya dengan multipleks atau tripleks, keduanya sama hanya berbeda nama.
Kayu lapis ini terdiri dari beberapa lapisan yang kemudian direkatkan secara bersamaan menggunakan lem.

Pada dasarnya memang plywood ini terbuat dari beberapa lembaran tipis atau lapisan yang arah seratnya disusun secara melintang antara lembaran bahwa dengan lembaran atas.
Serta disusun secara bersamaan dan direkatkan menggunakan lem khusus dibawah tekanan tinggi sehingga mendapatkan ketebalan tertentu.
Lembaran-lembaran pada plywood biasanya diperoleh dari proses pengupasan satu log kayu secara rotary.
Awalnya kayu lapis plywood diproduksi untuk memenuhi kebutuhan papan berukuran besar, apabila menggunakan kayu solid maka besar kemungkinan dapat beresiko penyusutan kayu, melengkung atau pecah/retak.

Dari kontruksi bahan yang digunakan plywood, maka bahan tersebut sangat tahan terhadap resiko retak, melengkung atau melintir, namun tergantung pula dari segi ketebalannya.
Perlu diketahui juga bahwasanya plywood sendiri memiliki keterbatasan dalam ukuran lebar dan panjang.
Keunggulannya memang dalam daya tahan terhadap penyusutan kayu serta dalam ukuran panjang lebar yang tidak mungkin didapat dari kayu solid pada posisi kualitas yang sama.
Namun pada dasarnya, kayu lapis ini direkomendasikan penggunaannya sebagai bahan baku pembuatan furniture atau perabotan rumah tangga di dalam ruangan (indoor).
Mengapa demikian?
Karena salah satu kekurangan dari kayu lapis ini terdapat pada sisi ketebalannya. Sisi tebalnya merupakan bagian yang paling mudah menyerap air dan permukaannya cenderung cukup kasar. Agar bisa halus perlu ditambahkan sisi tebal.
Baca juga : Karakteristik & Kelebihan Kekurangan Blockboard
Jenis-jenis plywood

Material plywood terbuat dari lapisan-lapisan kayu yang dikenal dengan sebutan veneer.
Dalam satu kayu lapis, terdiri atas beberapa jenis venner yang disusun secara zig-zag dan direkatkan dengan lem dengan sudut urat (grain) dan disesuaikan agar menciptakan hasil akhir yang lebih kuat.
Lantas, apa saja jenis-jenis lapisan venner pada plywood? simak ulasan berikut :
1. Face veneer
Face veneer adalah veneer yang berada di bagian paling atas, dikarenakan diterapkan pada bagian atas sehingga ia mempunyai permukaan yang halus dan kinclong. Serta didesain agar tidak memiliki cacat sedikit pun.
2. Short core veneer
Short core venner ini terletak pada bagian tengah dengan tekstur permukaanya yang cukup kasar dan apabila terdapat mata kayu yang busuk, maka kan di pacthing dengan venner yang utuh. Veneer ini dikupas dengan serat kayu yang melebar.
3. Long core veneer
Hampir sama dengan short core veneer, long core veneer ini berada di tengah-tengah. Namun yang membedakan ia dikupas dengan serat kayu yang memanjang.
4. Back veneer
Terakhir, back veneer adalah lapisan yang berada di bagian paling belakang. Umumnya ia mempunyai permukaan yang halus sama seperti face veneer, hanya saja terdapat patching akibat mata kayu busuk.
Itulah beberapa lapisan venner yang terdapat pada plywood, produk ini pada umumnya mempunyai ukuran ketebalan mulai dari 0,8 mm hingga 25 mm dengan tingkat kualitas yang berbeda-beda.
Baca juga: 7 Jenis Lantai Motif Kayu dari Bahan Solid hingga Sintetis berserta Harga
Plus minus Plywood

Sama seperti produk olahan kayu lainnya seperti blockboard, MDF, HDF atau partikel board yang sama-sama mempunyai sisi kelebihan dan kekurangannya. Begitu pun pada plywood.
Kelebihan plywood
- Kayu lapis ini mempunyai tingkat ketahanan yang tinggi terhadap penyusutan sehingga bentuk dan ukurannya stabil tidak mudah berubah.
- Proses pembuatan plywood dibuat dengan ukuran yang presisi dan seragam, serta dengan tekstur permukaan pada lapisan yang halus.
- Penggunannya cukup praktis dan mudah dibentuk ketimbang produk olahan kayu lainnya.
- Daya tekuk yang dimiliki kayu lapis ini cukup baik daripada produk kayu lainnya.
- Struktur pada plywood ini tergolong sangat kokoh sehingga cocok sebagai rangka pembuatan furniture.
- Mampu bertahan dari air, setidaknya lebih tahan air ketimbang jenis jenis olahan kayu lainnya sebab terdapay palisan keras yang menyelubungi permukaannya.
- Terdapat beragam pilihan ukuran dan ketebalan yang bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan.
Kekurangan plywood
- Meski dapat bertahan dari perubahan suhu ekstrim secara terus menerus, namun tidak lebih bagus dari kayu solid.
- Tingkat presisi pada sisi ketebalannya kurang begitu bagus, terlebih apabila permukaannya sudah bergelombang.
- Kurang cocok digunakan pada area outdoor atau luar ruangan.
- Ukuran ketebalan plywood tipis, sehingga perlu kehati-hatian pada saat menggunakannya atau memindahkannya.
- Agar mendapatkan hasil yang bagus maka penggabungan beberapa lembaran harus menggunakan paku tembak guna terlihat lebih rapih.
- Pada saat proses finishing plywood, diperlukan ketelitian yang tinggi supaya hasil akhirnya memuaskan.
Itulah beberapa keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh plywood, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum membeli.
Baca juga : Apa Itu Kayu Plastik Komposit?
Apa saja kegunaan dari plywood?

Biasanya multipleks atau triplek atau dikenal plywood ini dipergunakan sebagai alternatif bahan bangunan sebab dari segi harga tergolong ekonomis dan punya tingkat ketahanan terhadap lekukan serta mampu bertahan dari perubahan cuaca.
Selain untuk keperluan bahan bangunan, kayu lapis atau plywood juga kerap kali digunakan sebagai bahan rangka pembuatan furniture atau perabotan rumah tangga seperti meja belajar, rak, lemari hingga perabotan dapur.
Hal ini lantaran plywood bahannya mudah untuk diaplikasikan dan tidak perlu membutuhkan keahlian khusus dalam penggunaannya.
Harga plywood dipasaran
Seperti yang sudah kita ketahui, bahwasanya plywood ini sering dipergunakan dan menjadi alternatif pilihan karena harganya yang terjangkau. Bahkan cenderung murah.
Harga plywood per lembar biasanya dijual dengan nominal yang bervariasi, mulai dari Rp 50 ribu hingga 170 ribuan tergantung ukuran ketebalan.
Bagaimana, tertarik pakai plywood?
Demikian pembahasan kita kali ini mengenai kayu lapis plywood atau tripleks/multipleks. Semoga ulasan diatas dapat bermanfaat ya. Cukup sekian dan termakasih.
