Mungkin istilah Rumah bergaya mediterania masih terasa cukup asing bagi Sebagian besar masyarakat Indonesia.
Perlu diketahui, desain mediterania merupakan gaya arsitektur rumah yang berasal dari pesisir Eropa seperti Spanyol, Italia, Portugal, dan Yunani.
Biasanya desain ini kerap menggabungkan unsur klasik dengan nuansa santai khas pesisir pantai.
Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai ciri khas rumah bergaya mediterania, mending simak saja langsung ulasannya di bawah ini.
5 Ciri Khas Rumah Bergaya Mediterania
1. Nuansa Klasik Dengan Sentuhan Lantai Kayu
Sebagaimana yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa rumah bergaya mediterania kerap menghadirkan unsur klasik.

Ya, unsur klasik ini diciptakan dengan penggunaan lantai kayu karena warna dan pola seratnya yang tampak begitu natural.
Sehingga lantai kayu dapat menyatu dengan elemen khas mediterania lainnya, seperti dinding bata, balok kayu pada plafon, serta furniture yang bergaya rustic.
Tak hanya sekedar meningkatkan estetika, lantai kayu juga memiliki tekstur empuk dan halus yang membuatnya nyaman saat dipijak, bahkan Ketika anda berbaring diatasnya.
Artikel Terkait: 6 Jenis Kayu Yang Cocok Untuk Lantai Parket Minimalis
2. Terdapat Lengkungan Dengan Pilar
Selain penggunaan lantai kayu, unsur klasik khas mediterania juga terdapat pada lengkungan dengan pilar sebagai elemen arsitektur.

Lengkungan tersebut mencakup pintu masuk, jendela, sampai lorong-lorong dalam rumah yang akan menciptakan kesan artistic.
Adapun pilarnya yang dirancang dalam bentuk bulat dengan gaya sederhana, sehingga dapat menyuguhkan kesan tradisional klasik.
Pilar-pilar tersebut sering diaplikasikan di area teras maupun balkon rumah untuk menambahkan dimensi visual sekaligus mempertegas identitas Mediterania.
3. Dinding Luar yang Berwarna Terang

Dinding luar pada rumah Mediterania identik dengan warna terang seperti putih, krem, beige, hingga kuning pucat.
Hal itu bukan tanpa alasan, karena warna-warna tersebut akan menciptakan kesan hangat dan simple.
Namun, area dindingnya memang sengaja dibuat tidak rata atau tidak terlalu halus agar terkesan rustic.
Uniknya lagi, ada beberapa variasi rumah bergaya Mediterania yang juga menggunakan material batu alam pada Sebagian dinding luar untuk mempertegas kesan alami.
Baca juga: Tips Menciptakan Interior Rumah Mewah Dengan Biaya Hemat
4. Dilengkapi Dengan Area Terbuka yang Luas
Umumnya rumah bergaya Mediterania selalu dilengkapi dengan area terbuka yang cukup luas, seperti teras atau halaman, balkon, hingga rooftop garden.

Hal ini bertujuan untuk menciptakan sirkulasi udara yang baik, sekaligus agar bisa terkoneksi langsung dengan alam disekitarnya.
Teras di bagian depan dan belakang biasanya dijadikan sebagai area bersantai karena dilengkapi dengan tanaman, furniture kayu, hingga batu kerikil.
Nah, keberadaan taman dan teras inilah yang akan menyuguhkan suasana natural, sehingga cocok untuk dijadikan tempat bersantai sekaligus menikmati udara segar.
Pada beberapa konsep modern, area taman indoor juga sering dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas keluarga yang terdiri dari ruang makan, ruang keluarga, hingga dapur.
5. Atap Model Miring
Masih seputar eksterior, rumah bergaya Mediterania juga identik dengan bentuk atapnya yang miring.
Adapun material gentengnya yang menggunakan terakota atau tanah liat berwarna orange kemerahan.

Kabarnya jenis genteng ini memiliki kemampuan yang dapat menahan panas matahari, untuk mengalirkan air hujan dengan cepat, sekaligus menambah estetika.
Tentu saja jenis genteng ini sangat cocok untuk iklim panas di Kawasan Mediterania maupun Asia Tenggara seperti Indonesia.
Berkat penggunaan genteng terakota atau tanah liat yang berpadu serasi dengan elemen lain, pastinya desain rumah Mediterania dapat menyuguhkan tampilan yang begitu harmonis sekaligus natural.
Baca juga: 7 Jenis Model Atap Rumah yang Bikin Rumah Tampak Berestetika
Nah, demikianlah ulasan singkat mengenai ciri khas rumah bergaya Mediterania, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan referensi saat hendak membangun maupun merenovasi rumah.
