Jenis material atap – Salah satu hal yang mempengaruhi kenyamanan sebuah hunian adalah atap bangunan. Atap berperan menghalau paparan sinar matahari yang panas dan terik agar tidak secara langsung terkena pada penghuni rumah. Atap juga berfungsi untuk melindungi penghuni rumah dari angin dan hujan deras.
Sehingga pemilihan atap rumah sebaiknya di pertimbangkan dengan cermat karena menjadi penentu kenyamanan sebuah hunian. Saran dari kami, lebih baik kita merogok kocek cukup dalam untuk sebuah material atap berkualitas tinggi, untuk menjadikan hunian nyaman dan aman.
Dibandingkan dengan memilih material atap murah namun selamanya anda merasa ketidak nyamanan berdiam di rumah, entah itu karena gegerahan atau berisih karena hujan.
Dengan alasan itu pula, kami disini akan memberikan informasi pada sahabat dekorasi yang hendak memilih atap bangunan, untuk menentukan pilihan pada atap paling cocok untuk hunian tropis di Indonesia.
Baca juga : 7 Jenis Model Atap Rumah Yang Bisa Kalian Gunakan!
Tips Memilih Jenis Atap Untuk Iklim Indonesia

Pemilihan atap yang tepat untuk Iklim tropis juga sangat tepat dilakukan, maka dari itu anda jangan tergiur dengan jenis atap yang biasanya ada pada hunian sub tropis seperti di Eropa atau di Korea/Jepang, sebab tidak selamanya menjadi rekomendasi terbaik untuk hunian anda.
Dalam pemilihan material atap paling cocok untuk iklim Tropis, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan yaitu :
1. Ketahanan terhadap Panas dan Sinar Matahari
Di iklim tropis, sinar matahari yang kuat seringkali menyebabkan panas yang berlebihan di dalam bangunan. Untuk mengurangi efek panas ini, penting untuk memilih material atap yang memiliki ketahanan terhadap panas dan mampu memantulkan sebagian sinar matahari. Kami tidak merekomendasikan anda jenis atap yang memiliki ketebalan yang tipis, sebab hal ini akan mempengaruhi tingkat pantulan sinar matahari.
2. Kelembaban dan Perlindungan dari Hujan
Salah satu tantangan utama di iklim tropis adalah tingginya kelembaban udara dan curah hujan yang tinggi. Oleh karena itu, atap yang dipilih harus mampu menahan kelembaban dan memberikan perlindungan yang baik dari hujan. Material atap yang tahan air tentu saja harus paling utama di pilih untuk kebutuhan area iklim Tropis seperti di negara kita Indonesia ini.
3. Kekuatan dan Ketahanan terhadap Angin Kencang
Iklim tropis juga seringkali disertai dengan angin kencang, terutama saat musim hujan dan badai tropis. Oleh karena itu, atap yang dipilih harus memiliki kekuatan dan ketahanan yang cukup untuk menahan angin kencang.
Selain memperhatikan pemilihan material, penggunaan rangka juga harus benar-benar tangguh sebab, dalam termasuk dalam dimensi atap yang harus saling menopang satu sama lainnya.
4. Ketahanan terhadap Jamur dan Rayap
Di lingkungan tropis yang lembab, pertumbuhan jamur dan serangan rayap merupakan masalah umum yang dapat merusak struktur atap. Oleh karena itu, atap yang dipilih harus memiliki ketahanan terhadap jamur dan rayap.
Kedua, tak hanya sangat penting untuk melakukan perawatan yang lebih rutin untuk menjaga area atap dari jamur dan rayap.
Baca juga : 4 Jenis Bahan Material Kontruksi Rangka Atap Bangunan Hunian
Rekomendasi Atap Terbaik di Indonesia
Setelah kita mempertimbangkan hal apa saja yang menjadi faktor yang harus diperhatikan dalam memilih material atap untuk iklim Tropis ini, Setidaknya ada (—) Rekomendasi jenis atap yang bisa digunakan pada iklim tropis di Indonesia.
1. Genteng Beton

Genteng beton adalah jenis atap yang terbuat dari campuran bahan-bahan seperti semen, pasir, dan serat sintetis atau serat alami. Proses pembuatannya melibatkan pencetakan dan pengeringan untuk menghasilkan genteng yang kuat dan tahan lama.
Genteng beton memiliki ketahanan yang baik terhadap cuaca ekstrem yang umum terjadi di daerah tropis seperti panas yang intens, hujan lebat, dan perubahan suhu yang cepat. Genteng beton mampu menahan tekanan dari berbagai kondisi cuaca tersebut tanpa mudah pecah atau retak.
Genteng beton juga tahan serangan jamur dan lumut. Ya, daerah tropis cenderung memiliki kelembaban yang tinggi, yang dapat menyebabkan pertumbuhan lumut dan jamur pada genteng. Genteng beton memiliki permukaan yang keras dan halus, sehingga lebih sulit untuk ditumbuhi lumut dan jamur, sehingga meminimalkan masalah kebersihan dan pemeliharaan.
Walaupun demikian, dengan bobot yang cukup berat, terlalu rentan terhadap angin kencang, sehingga di pelukan ketelitian ekstra saat melakukan pemasangannya.
Keunggulan:
- Tahan Lama
- Tahan Api
- Harga Cukup ekonomis
- Daya Tahan Terhadap Rayap
Kelemahan:
- Berat
- Kurang Estetis
2. Genteng Tanah Liat

Keumumam masyarakat jaman dahulu memang sudah cerdas dalam pemilihan material atap genteng tanah liat untuk huniannya. Sebab genteng tanah liat ini memang sangat cocok digunakan di area tropis di Indonesia.
Kelebihan utama genteng tanah liat ini adalah, Material tanah liat alami ini mampu menyesuaikan diri dengan perubahan suhu dan kelembaban yang umum terjadi di daerah tropis tanpa mudah rusak atau pecah.
Sifat Termal yang Baik. Ya, Genteng tanah liat memiliki sifat termal yang baik, yaitu mampu menyerap dan mengeluarkan panas dengan lambat. Hal ini membantu menjaga suhu di dalam rumah tetap nyaman meskipun terkena paparan sinar matahari yang intens di daerah tropis.
Keunggulan:
- Estetika yang Menarik
- Ketahanan terhadap Serangan Serangga
- Ramah lingkungan
Kelemahan:
- Berat
- Mudah pecah
- Rawan terbuka bila di terpa angin sangat kencang
3. Atap uPVC

Atap uPVC adalah jenis atap yang terbuat dari bahan sintetis “Polivinil klorida” sebuah polimer plastik yang menjadi bahan baku juga untuk pipa paralon. Nah, bagi anda yang masih belum bisa memnbayangkan material atap ini, coba aja perhatikan pipa Paralon.
Atap uPVC memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap cuaca ekstrem yang umum terjadi di daerah tropis, seperti panas yang intens, hujan lebat, dan angin kencang. Material uPVC tidak mudah rusak atau terkorosi oleh paparan sinar UV maupun air hujan, sehingga cocok digunakan di lingkungan dengan cuaca yang keras.
Atap uPVC memiliki kemampuan untuk memantulkan panas matahari dengan baik, yang membantu menjaga suhu di dalam bangunan tetap sejuk. Ini sangat berguna di daerah tropis di mana suhu udara seringkali tinggi, dan dapat mengurangi beban pendinginan dalam ruangan serta konsumsi energi listrik.
Kemudahan Pemasangan. Ya, Atap uPVC umumnya memiliki bobot yang ringan, sehingga memudahkan proses pemasangan. Selain itu, atap uPVC sering kali tersedia dalam lembaran yang besar dan mudah dipotong sesuai kebutuhan, sehingga meminimalkan limbah dan mempercepat proses pemasangan.
Keunggulan:
- Ringan
- Tahan Lama
- Tidak Memerlukan Perawatan
- Tersedia dalam Berbagai Warna dan Gaya
Kekurangan:
- Rentan terhadap Pengecilan
- Tidak Ramah Lingkungan
- Rentan Terhadap Deformasi
Selengkapnya : 7 Kelebihan Atap uPVC Saat Digunakan
4. Genteng Metal

Genteng metal memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap cuaca ekstrem yang umum terjadi di daerah tropis, seperti panas yang intens, hujan lebat, dan angin kencang. Material metal memiliki sifat anti karat dan tahan terhadap korosi, sehingga genteng ini tidak mudah rusak akibat paparan cuaca yang keras.
Genteng metal memiliki kemampuan untuk memantulkan panas matahari dengan baik, yang membantu menjaga suhu di dalam rumah tetap sejuk. Ini sangat bermanfaat di daerah tropis di mana suhu udara seringkali tinggi. Selain itu, genteng metal juga dapat membantu mengurangi beban pendinginan dalam ruangan dan konsumsi energi listrik.
Walaupun demikian ada beberapa catatan saat ingin menggunakan material atap metal, yaitu isolasi panas yang tidak terlalu baik, sehingga bisa mengakibatkan kurang nyaman bila cuaca sedang panas.
Keunggulan:
- Ringan
- Tahan Karat
- Pemasangan Cepat
Kelemahan:
- Kemampuan Isolasi Panas dan Suara Rendah:
- Biaya Pemasangan Awal yang Tinggi
- Berisik ketika hujan
| Jenis Atap | Keunggulan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Genteng Beton | – Tahan terhadap cuaca ekstrem dan panas | – Berat sehingga memerlukan struktur penopang yang kuat |
| Genteng Tanah Liat | – Estetika alami | – Rentan retak atau pecah akibat perubahan suhu dan kelembaban |
| Atap uPVC | – Ringan dan mudah dipasang | – Rentan terhadap perubahan dimensi dan deformasi pada suhu tinggi |
| Genteng Metal | – Ringan dan tahan lama | – Memerlukan pelapis tambahan untuk meredam suara hujan dan panas, kurang estetis |
Bila kita perhatikan tabel dan uraian 4 genteng atau atap terbaik rekomendasi lantai-kayu.co.id diatas, semua atap memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sehingga tidak ada material yang sempurna untuk digunakan untuk area tropis.
Saran kami, sebaiknya pilihlah jenis atap yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Misalnya anda ingin jenis atap yang memiliki sipat penyerapan panas sangat baik, bisa menggunakan atap genteng beton atau genteng tanah liat.
Atau anda ingin memiliki atap yang mudah di pasang dan kuat dari angin kencang, bisa menggunakan atap uPVC dan atap genteng metal.
Silahkan sesuaikan saja dengan kebutuhan di lapangan.
Untuk info pemesanan material atap di Bandung dan sekitarnya, silahkan hubungi nomor
0811 2075 500 (Hendi)
Demikian pembahasan kali ini mengenai jenis material atap paling cocok untuk iklim Tropis seperti di Indonesia. Semoga bisa bermfaat.
Selain, jenis atap, faktor pemilihan plafon juga sangat berpengaruh terhadap kenyamanan sebuah hunian. oleh karena itu penting bagi kita untuk memilih jenis plafon terbaik untuk hunian.
Salah satu plafon yang bisa anda gunakan adalah plafon kayu.

Selengkapnya : harga plafon kayu lambersering
