Pengertian secondary skin – Pada dasarnya, secondary skin merupakan lapisan tambahan yang biasa dipasang di bagian luar fasad bangunan utama.
Kehadiran secondary skin dapat meningkatkan nilai estetika, sekaligus juga meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan.
Pasalnya, secondary skin berperan untuk mengurangi paparan matahari langsung dan mengontrol pencahayaan yang masuk melalui jendela.
Adapun mengenai berbagai jenis material yang dapat diaplikasikan sebagai secondary skin.
Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi seputar jenis material secondary skin, simaklah baik-baik ulasan dibawah ini.
Jenis Material Secondary Skin
1. Secondary Skin Kayu
Sebagaimana yang sudah diketahui, bahwa kayu merupakan salah satu material alam yang kerap diandalkan untuk kebutuhan bangunan, termasuk secondary skin.
Secondary skin dari bahan kayu memang menyuguhkan keindahan natural dan memiliki sifat insulasi yang baik.

Hal itu bukan tanpa alasan, karena material kayu bisa menciptakan kesan hangat dan alami pada bangunan, serta berperan sebagai pelindung dari pengaruh cuaca.
Secondary skin kayu yang dirawat dengan baik, maka sangat membantu dalam mencegah kerusakan akibat adanya kelembapan dan serangan hama.
Menariknya lagi, materia kayu mudah diolah menjadi berbagai bentuk dan tekstur sehingga dapat anda pilih sesuai keinginan.
Dipasaran, secondary skin yang berbahan kayu juga sering disebut dengan istilah kisi-kisi kayu.
Baca juga: 2 Pilihan Kisi-Kisi Kayu Bengkirai & Merbau Harga Terjangkau
2. Secondary Skin Bambu
Meski tidak sekuat kayu, namun secondary skin dari bahan bambu juga dapat menciptakan kesan yang natural dan alami.
Bahkan, material bambu memiliki bobot yang lebih ringan dan murah dibandingkan dengan kayu.

Material bambu mempunyai sifat insulasi yang baik, sehingga dapat menjaga suhu didalam ruangan rumah.
Namun, tingkat kekuatan dan ketahanan secondary skin bambu memanglah tidak sekuat material kayu.
Sehingga secondary skin yang berbahan bambu harus diberi perawatan secara berkala untuk menjaga kualitasnya.
3. Secondary Skin Bata
Siapa sih yang tak kenal dengan material bata? Pastinya masyarakat sudah tidak asing lagi dengan jenis material yang satu ini.
Batu bata memang memiliki tingkat kekuatan dan ketahanan yang sangat baik, sehingga membuatnya tahan terhadap pengaruh cuaca ekstrim maupun serangan hama.

Dikarenakan terbuat dari bahan alami, tentu saja batu bata juga mempunyai kemampuan insulasi yang baik untuk menjaga suhu dalam ruangan.
Disisi lain, secondary skin dari batu bata dapat menciptakan kesan klasik dan rustic.
Bahka secondary skin batu bata juga tidak membutuhkan perawatan ekstra, sehingga dapat menghemat biaya perawatan jangka panjang.
Hal ini dikarenakan kemampuannya yang dapat menyerap kelembapan, sehingga ia bisa mengatur tingkat kelembapan interior.
4. Secondary Skin Aluminium
Aluminium adalah jenis logam yang paling cocok untuk dijadikan bahan secondary skin.
Ya, sebab material ini memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap pengaruh cuaca ekstrim, korosi, dan pembusukan.

Disisi lain, material aluminium juga mempunyai bobot cenderung ringan yang dapat memudahkan proses instalasi.
Tak hanya itu, bahkan material aluminium bisa diproduksi dalam berbagai varian warna dan finishing yang bisa anda pilih sesuai konsep hunian.
Dengan kemampuannya yang dapat memantulkan cahaya, secondary skin berbahan aluminium akan mengatur suhu ruangan sekaligus mengurangi beban pendinginan.
Pertimbangan Sebelum Menggunakan Secondary Skin
Sebelum memasang secondary skin pada hunian, ada beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan seperti berikut:
1. Fungsi dan Kebutuhan Hunian
Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa secondary skin memiliki beragam fungsi.
Fungsi yang dimilikinya dapat mengurangi panas matahari lagsung, meningkatkan ventilasi, serta menyaring pencahayaan alami.
Oleh karena itu, penting bagi anda untuk memahami fungsi secondary skin yang sesuai dengan kebutuhan hunian.
Misalkan untuk bangunan rumah di daerah tropis, maka secondary skin difungsikan untuk meminimalisir paparan matahari yang dapat mengurangi beban penggunaan AC.
Sedangkan untuk bangunan komersil seperti kantor, biasanya secondary skin dibuat lebih transparan agar dapat memaksimalkan pencahayaan alami tanpa mengurangi privasi.
Baca juga: Rekomendasi 6 Desain Dinding Kayu Minimalis Yang Instagramable
2. Material yang Dipilih
Setiap jenis material secondary skin tentunya memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga akan mempengaruhi durabilitas, estetika, dan efisiensi.
Bagi anda yang ingin mempertegas kesan natural dan elegan, sebaiknya pilih secondary skin yang berbahan kayu.
Namun, disarankan untuk memilih jenis kayu dengan kualitas terbaik agar lebih awet dan tahan lama.
Disisi lain, secondary skin yang berbahan aluminium sangat ideal bagi anda yang tidak ingin memberikan perawatan khusus.
3. Pengaruh Iklim
Untuk hunian yang beriklim panas, secondary skin mampu mengurangi paparan sinar matahari secara lagsung dari segala arah, sehingga suhu didalam ruangan akan tetap terasa sejuk.
Lain halnya dengan daerah beriklim dingin, yang mana secondary skin bertugas untuk mempertahankan kehangatan di dalam ruangan tanpa mengurangi pencahayaan alami.
Selain itu, penting juga untuk memperhatikan arah angin karena secondary skin bisa meningkatkan sirkulasi udara yang lebih nyaman.
4. Nilai Estetika
Hal penting berikutnya yang harus diperhatikan sebelum menggunakan secondary skin, yakni nilai estetika.
Sebagai contoh, secondary skin dengan pola geometris maupun tekstur artistik dapat menciptakan tampilan visual yang lebih menarik sekaligus memperkuat branding.
Kendati demikian, desainnya harus serasi dengan bangunan utama agar tidak terkesan bertabrakan.
Nah, itu dia beberapa poin yang harus anda pertimbangkan sebelum menggunakan secondary skin pada hunian.
