Jenis Atap Bitumen – Atap bitumen atau genteng aspal terbuat dari berbagai campuran bahan, seperti asphalt, serat organik, lapisan pasir, dan polimer.
Dari segi karakteristik, tentu saja atap bitumen memiliki ciri khas tersendiri yang menjadi pembeda dengan jenis-jenis material atap lainnya.
Nah, secara kebetulan juga pada ulasan kali ini akan membahas berbagai jenis-jenis atap bitumen.
Tanpa banyak panjang lebar lagi, yuk simak langsung ulasan berikut:
3 Jenis Atap Bitumen
1. Atap Bitumen Onduline
Atap Bitumen Onduline terbuat dari asphalt dan serat organik sebagai bahan utamanya yang diproses melalui tekanan dan suhu tinggi.
Keunggulan Atap Bitumen Onduline terdapat pada bobotnya yang cenderung ringan, sehingga dapat memudahkan proses pemasangan.

Menariknya lagi, Atap Bitumen Onduline tersedia kedalam berbagai varian warna dengan ciri khasnya yang tampak bergelombang.
Tak hanya itu, jenis atap bitumen ini juga sudah terbukti tahan terhadap cuaca ekstrim.
Namun sayang, Atap Bitumen Onduline tidak terlalu tahan terhadap tekanan berat, sehingga jangan sampai terinjak langsung ketika pemasangannya.
2. Atap Bitumen Shingle
Biasanya Atap Bitumen Shingle hadir dalam bentuk lembaran kecil yang menyerupai genteng tradisional dan datar.
Bagian permukaannya sudah diberi lapisan fiberglass dan granule mineral, sehingga membuatnya tahan terhadap korosi dan jamur.

Terlebih karakteristiknya yang fleksibel, sehingga bisa disesuaikan dengan beragam bentuk atap. Disisi lain, Atap Bitumen Shingle juga tersedia kedalam berbagai varian warna dan pola.
Dari segi harga, Atap Bitumen Shingle memang agak lebih mahal dibandingkan dengan Atap Bitumen onduline.
3. Atap Bitumen Roll
Sesuai dengan namanya, jenis atap bitumen ini hadir dalam bentuk roll atau gulungan yang kerap diaplikasikan untuk atap dengan bentuk datar maupun miring.

Atap Bitumen Roll sangat ideal untuk kebutuhan proyek dengan budget terbatas, karena harganya yang relatif murah dan juga mudah dipasang.
Meski harganya murah, namun ia memiliki ketahanan terhadap air yang cukup baik lho.
Akan tetapi, tampilan Atap Bitumen Roll memang kurang estetis. Bahkan, tingkat ketahanan Atap Bitumen Roll juga tidaklah sebagus jenis shingle maupun onduline.
Baca juga: 4 Jenis Bahan Material Kontruksi Rangka Atap Bangunan Hunian
Plus Minus Atap Bitumen
Setelah mengetahui jenis-jenisnya, penting juga bagi anda untuk mengetahui plus minus dari atap bitumen.
Nilai Plus:
1. Tahan Terhadap Cuaca Ekstrim
Nilai plus pertama dari atap bitumen yang harus kamu ketahui, yakni tahan terhadap cuaca ekstrim seperti guyuran hujan maupun paparan sinar matahari.
Bahkan yang lebih hebatnya lagi, atap bitumen tidak mudah mengalami retak, pecah, serta tahan pada perubahan suhu.
Mengingat akan hal itu, maka tak heran jika atap bitumen tahan terhadap gesekan dan tekanan.
2. Warna dan Bentuk yang Bervariasi
Selain tahan terhadap cuaca, atap bitumen tersedia kedalam berbagai warna, tekstur, dan bentuk yang dapat anda pilih sesuai selera.
Adapun mengenai beragam bentuk atap bitumen yang bisa tersedia, mulai dari bentuk genteng tanah liat, genteng kayu, dan masih banyak lagi.
Tak hanya bentuknya yang bervariasi, atap bitumen juga menghadirkan varian warna yang akan membuat anda lebih leluasa lagi dalam memilihnya.
Baca juga: Mengenal Plus Minus Atap Gergaji Dan Atap Sandar Untuk Rumah
3. Harga yang Terjangkau
Dari segi harga, atap bitumen memang menawarkan harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan jenis genteng metal maupun genteng beton.
Tentu saja faktor ini sangatlah penting bagi mereka yang mencari solusi atap berkualitas dengan harga terjangkau.
Meski harganya lebih terjangkau, namun tingkat ketahanan dan kekuatan atap bitumen tidaklah murahan.
Disisi lain, biaya pemasangan atap bitumen juga cenderung lebih murah ketimbang jenis genteng lainnya..
4. Mudah Dipasang dan Dirawat
Nilai plus berikutnya dari atap bitumen yang harus diketahui, yakni proses pemasangan dan perawatannya yang cukup mudah.
Dalam menjaga tampilan atap bitumen agar tetap indah, kamu hanya perlu membersihkannya dengan air saja.
Sebab atap bitumen memang memiliki sifat anti jamur, lumut, dan partikel lainnya sehingga tidak memerlukan perawatan tambahan.
Melalui proses perawatan yang cenderung simple, namun atap bitumen masih tetap dalam kondisi maksimal selama bertahun-tahun.
Tentu saja hal ini akan membantu untuk menghemat biaya perawatan dalam jangka panjang.
Nilai Minus:
1. Usia Pemakaian yang Terbatas
Salah satu kelemahan atap bitumen adalah usia pemakaiannya yang relatif pendek. Menurut informasi yang didapat, usia pakai atap bitumen hanya mampu bertahan selama 20 sampai 30 tahun.
Namun, awet atau tidaknya atap bitumen juga akan dipengaruhi oleh faktor iklim, perawatan, dan proses pemasangan.
Terlebih untuk paparan sinar matahari dan kelembaban yang bisa membuat atap bitumen mengalami degradarsi, serat-serat yang terkelupas, hingga terjadi keretakan pada permukaannya.
Kabar baiknya, atap bitumen bisa bertahan lebih lama lagi yakni sekitar 50 tahun ketika diberi perawatan secara rutin.
2. Rawan Terhadap Kerusakan
Meskipun atap bitumen memiliki tingkat ketahanan yang baik terhadap cuaca ekstrim, nyatanya ia tidak terlau tahan terhadap goresan dan benturan keras.
Oleh karena itu, pastikan dihalaman rumahmu tidak ada dahan-dahan pohon yang mengenai atap bitumen.
Sebab ranting-ranting dari pohon dapat menciptakan gorsan pada permukaan gentengnya.
Bahkan, goresan dari dahan pohon juga tak jarang membuat keretakan yang cukup besar sehingga mengakibatkan kebocoran.
Disisi lain, ternyata atap bitumen pun rentan terlepas karena terpaan angin kencang. Untuk mengantisipasi masalah ini, maka proses pemasangan genteng aspal harus dilakukan dengan benar.
3. Memerlukan Perawatan yang Rutin
Sebagaimana yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa proses perawatan atap bitumen terbilang cukup mudah.
Akan tetapi, faktanya perawatan pada genteng aspal tidaklah semudah yang dibayangkan lho.
Dalam hal ini, anda harus membersihkan periodik dengan air serta pengecekan secara berkala untuk mengetahui adanya kerusakan maupun kebocoran pada genteng aspal.
Tak hanya itu, bahkan genteng aspal juga mudah ditumbuhi oleh lumut dan jamur seiring dengan waktu pemakaian.
Pada intinya, genteng aspal tetap harus diberi perawatan secara rutin untuk menjaga kualitasnya secara keseluruhan.
4. Mengandung Zat Kimia
Kabarnya, ada beberapa brand atap bitumen yang dianggap tidak terlalu ramah terhadap lingkungan. Pasalnya, genteng aspal tersebut memiliki kandungan bahan-bahan kimia yang cukup berbahaya.
Tentu saja pada proses pembuatannya bisa menghasilkan polusi udara dan limbah yang sulit terurai. Bahkan, ada pula beberapa produk atap bitumen yang memiliki kandungan asbes.
Oleh karenanya, disarankan bagi anda untuk memilih produk atap bitumen yang tidak memiliki zat kimia maupun asbes agar aman saat digunakan.
Nah, seperti itulah beberapa plus dan minus dari atap bitumen yang tentunya wajib anda pertimbangkan sebelum menggunakannya.
