...
jenis-jenis kayu jati

Kenali Jenis-jenis Kayu Jati Agar Tak Salah Pilih

Jenis kayu jati – Asal Kayu jati dari pohon Tectona Grandis yang memang tumbuh subur di Kawasan tropis seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan sekitarnya.

Untuk keberadaannya di Indonesia, kayu jati kebanyakan diproduksi di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Nusa Tenggara.

Ukuran pohon jati bisa tumbuh hingga mencapai 40 meter dengan diameter batang sekitar 1-2 meter.

Namun, proses pertumbuhan pohon jati terbilang lambat karena membutuhkan waktu diatas 20 tahun untuk menghasilkan kualitas terbaik.

Nah, untuk mengenal lebih jauh lagi seputar kayu jati mending simak langsung ulasan di bawah ini.

Jenis-jenis Kayu Jati

Dalam industri perkayuan, kayu jati akan dibedakan kedalam beberapa jenis seperti berikut:

1. Jati Perhutani

kayu jati perhutani

Sesuai dengan namanya, jenis jati ini dikelola langsung oleh Perum Perhutani yang dikenal karena memiliki kualitas paling tinggi.

Serat Jati Perhutani begitu rapat dan padat, sehingga membuatnya awet serta tahan lama.

Secara tampilan visual, Jati Perhutani mengusung warna cokelat tua keemasan yang membuatnya terkesan mewah dan natural.

Itu sebabnya, mengapa Jati Perhutani selalu dijadikan bahan untuk furniture premium seperti meja, kursi, lemari, hingga lantai parket kayu.

Artikel terkait: Produk Parket Kayu Jati

2. Jati Rakyat

kayu jati rakyat

Berbeda dengan jati Perhutani, jati ini dikelola oleh masyarakat di lahan pribadinya tanpa pengawasan yang intensif.

Sehingga kualitas jati rakyat tidaklah merata, karena tergantung pada kondisi tanah dan usia pohonnya.

Jati Rakyat mengusung warna yang cenderung terang, bahkan hampir mendekati putih secara keseluruhan.

Meski kualitasnya tidak sebagus jati Perhutani, namun jati rakyat masih tetap banyak diminati karena harganya yang lebih murah.

3. Jati Emas

kayu jati emas

Selanjutnya ada jenis Jati Emas yang merupakan hasil rekayasa genetic agar proses pertumbuhannya bisa lebih cepat.

Melalui rekayasa genetic tersebut, usia panen Jati Emas hanya membutuhkan waktu sekitar 7 sampai 10 tahun saja.

Jati Emas mengusung warna cokelat muda dengan serat yang tidak terlalu padat, namun masih tetap ideal untuk kebutuhan furniture ringan.

Baca juga: Apakah kayu Sonokembang Serupa Dengan Angsana?

Ciri-ciri Kayu Jati yang Berkualitas

Untuk mendapatkan kayu jati dengan kualitas terbaik, terdapat beberapa ciri-cirinya yang harus diketahui seperti berikut:

  • Kayu jati yang berkualitas umumnya memiliki warna cokelat keemasan hingga cokelat tua, sedangkan jati muda mengusung warna kekuningan.
  • Jati berkualitas juga memiliki serat yang halus, berpola lurus, serta tampilan elegan meski tanpa finishing tambahan.
  • Kayu jati dengan kualitas terbaik memiliki kandungan minyak alami yang membuat aromanya tidak disukai oleh rayap serta tahan terhadap jamur.
  • Ketika diangkat, kayu jati berkualitas tinggi akan terasa lebih berat karena strukturnya yang padat.
  • Ciri-ciri kayu jati berkualitas yang berikutnya, yakni tahan terhadap pengaruh cuaca dan rayap.

Apakah Kayu Jati Bisa Untuk Outdoor?

alasan kayu jati tidak cocok untuk outdoor

Meski dikenal kokoh dan tahan lama, faktanya kayu jati tidak selalu cocok digunakan untuk kebutuhan outdoor, terlebih tanpa diberi lapisan coating yang tepat.

Ada beberapa alasan yang membuat kayu jati tidak cocok untuk outdoor seperti dibawah ini:

1. Warnanya yang Mudah Memudar

Ketika terpapar sinar matahari langsung secara menerus, maka warna alami kayu jati akan memudar.

Ya, sebab paparan sinar matahari bisa mengikis lapisan minyak alami pada permukaan kayu jati, sehingga tampilan warnanya akan berubah menjadi abu-abu kusam.

2. Berpotensi Mengembang Hingga Retak

Sebenarnya kayu jati memiliki kandungan minyak alami sebagai pelindung dari serangan rayap dan kelembapan.

Akan tetapi, kandungan minyak tersebut tidak cukup untuk melindunginya dari perubahan cuaca ekstrim dan curah hujan tinggi.

Guyuran air hujan secara intens bisa membuat pori-pori kayu jati semakin terbuka, sehingga ia akan mengembang bahkan mengalami keretakan di bagian tertentu.

3. Membutuhkan Perawatan Ekstra

Guna menjaga keindahan dan ketahanan kayu jati di area outdoor, tentunya membutuhkan perawatan ekstra yang bisa memakan biaya tinggi.

Seperti pelapisan anti UV, aplikasi sealant anti air, serta pengamplasan rutin agar permukaan kayunya tidak kasar.

Tentunya penggunaan kayu jati dinilai kurang efisien ketimbang jenis kayu yang memang dirancang khusus untuk kebutuhan outdoor, seperti kayu ulin atau bengkirai.

Artikel terkait: Mana yang Lebih Awet Antara Kayu Ulin Dengan Bengkirai?

4. Potensi Serangan Jamur

Untuk area dengan kelembapan tinggi seperti kolam, kayu jati sangat beresiko terkena serangan jamur.

Kendati tidak merusak struktur dalamnya, namun keberadaan jamur dapat merusak keindahan tampilan kayu jati.

Nah, itu dia beberapa hal yang menjadi alasan kayu jati tidak direkomendasikan untuk kebutuhan ourdoor.

Pada intinya, kayu jati lebih cocok digunakan untuk kebutuhan indoor ketimbang outdoor.

Scroll to Top