Jenis Lantai Keramik – Bisa dipastikan bahwa hampir semua bangunan diseluruh dunia menggunakan material keramik sebagai pelapis lantai.
Mulai dari rumah, perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga area komersial lainnya menggunakan lantai keramik.

Lantas, mengapa lantai keramik begitu populer dibanding dengan material lain?
Alasan Lantai Keramik Sangat Populer
Dari segi harga, lantai keramik memang menawarkan harga yang relatif terjangkau ketimbang material granit, marmer, atau parket kayu.
Terlebih rentang harganya yang cukup luas, mulai dari puluhan ribu sampai ratusan ribu per meter persegi sehingga dapat anda sesuaikan dengan budget.

Selain harganya yang terjangkau, lantai keramik juga tersedia kedalam berbagai varian warna, tekstur, dan motif yang menarik.
Seperti motif kayu, marmer, granit, dan masih banyak lagi. Disisi lain, lantai keramik memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap goresan, panas, dan lembab.
Alasan berikutnya yang membuat lantai keramik banyak diminati, yakni proses perawatannya yang cenderung mudah dan simpel.
Tak seperti material parket kayu atau granit yang membutuhkan perawatan khusus, lantai keramik cukup dipel dan disapu secara rutin.
Baca juga: Jenis Batu Marmer Mulai Dari yang Import Hingga Lokal
Jenis-jenis Lantai Keramik

Lantai keramik yang tersedia dipasaran terdiri dari beragam jenis dengan karakteristik tersendiri seperti berikut:
1. Keramik Glazed
Ciri khas dari Keramik Glazed terlihat dari tampilan permukaannya yang terkesan halus dan mengkilap berkat lapisan glazur.
Tentunya Keramik Glazed sangat ideal diaplikasikan untuk berbagai ruangan rumah, mulai dari ruang tamu, kamar tidur, dan lain sebagainya.
2. Keramik Unglazed
Kebalikan dari jenis yang pertama, Keramik Unglazed tidak memiliki lapisan glazur sehingga tektur permukaannya lebih kasar dan tidak licin.
Nah, karena hal inilah yang membuat Keramik Unglazed lebih cocok diaplikasikan di area basah maupun outdoor.
3. Keramik Homogenous
Dari segi material, sebenarnya Keramik Homogenous masih menggunakan bahan baku yang sama seperti jenis keramik lain.
Namun, ciri khas Keramik Homogenous terdapat pada tampilannya yang berwarna netral seperti abu-abu, krem, dan putih.
4. Keramik Motif Alam
Sesuai dengan namanya, jenis keramik yang satu ini memang dirancang khusus dengan motif alam seperti kayu, marmer, granit, dan lain sebagainya.
Kelebihan Lantai Keramik:
- Tahan terhadap panas dan lembab yang membuatnya cocok untuk iklim tropis
- Tahan terhadap goresan dan benturan ringan, serta awet hingga puluhan tahun
- Menawarkan harga yang lebih murah dibanding marmer, granit, dan parket kayu
- Tersedia kedalam berbagai varian warna, tekstur, dan motif yang menarik
- Lantai keramik juga hadir dengan berbagai ukuran yang bisa dipilih sesuai kebutuhan
- Tidak membutuhkan perawatan khusus, sehingga lebih praktis dan hemat biaya
Kekurangan Lantai Keramik:
- Kerap terasa dingin saat diinjak, terlebih di pagi hari maupun musim hujan
- Tidak terlalu tahan terhadap benturan keras
- Licin saat terkena air, sehingga sangat beresiko tergelincir
- Sambungan nat kerap menjadi sarang kotoran jika tidak dibersihkan rutin.
Tips Merawat Lantai Keramik
Meski perawatan lantai keramik cenderung mudah, namun bukan berarti juga bisa dilakukan secara asal-asalan.
Untuk perawatan rutin, lantai keramik harus disapu dan dipel agar bebas dari debu maupun kotoran penyebab kusam.

Agar bersihnya maksimal, sesekali gunakan cairan pembersih lantai untuk mengembalikan kilauan lantai keramik.
Selain itu, bersihkan bagian nat lantai keramik dengan menggunakan sikat kecil agar tidak berubah warna dan berjamur.
Usahakan untuk tidak menjatuhkan benda berat ke lantai keramik, karena bisa menimbulkan retakan hingga rusak parah.
Segera bersihkan lantai keramik ketika terkena tumpahan minyak, kopi, atau cairan lainnya.
Ya, sebab noda yang tidak segera dibersihkan kerap meninggalkan bekas yang cukup sulit dibersihkan lho!
Harga Lantai Keramik
Lantai keramik pada umumnya dijual dengan harga yang bervariasi, mulai dari yang termurah sampai termahal.
Untuk lantai keramik kelas standar dibanderol dengan kisaran harga Rp 50 ribu sampai Rp 90 ribu per meter persegi.

Harga tersebut meliputi lantai keramik standar yang berukuran 30 x 30 cm atau 40 x 40 cm dengan motif sederhana.
Untuk keramik kelas menengah dengan ukuran 50 x 50 cm dan 60 x 60 cm berada dikisaran harga Rp 100 ribu hingga Rp 180 ribuan per meter persegi.
Keramik kelas menengah tersedia kedalam berbagai varian motif menarik, mulai dari kayu-kayuan, marmer, granit, dan lain sebagainya.
Selanjutnya ada lantai keramik kelas premium seperti Homogenous tile yang dibanderol dengan harga sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribuan per meter persegi.
Baca juga: Harga Lantai Kayu Per Meter
Faktor yang Membuat Harga Lantai Keramik Berbeda
1. Ukuran
Faktor pertama yang membuat harga lantai keramik berbeda-beda, yakni dari segi ukuran.
Semakin besar ukuran lantai keramik, maka akan mahal pula harga yang ditawarkannya.
2. Motif dan Desain
Selain ukuran, harga lantai keramik juga akan dipengaruhi oleh motif dan desain.
Lantai keramik motif polos biasanya lebih murah dibandingkan dengan motif kayu, marmer, granit, atau 3D.
Terlebih untuk premium yang menyerupai material alam, sehingga harganya bisa jauh lebih tinggi.
3. Brand
Ada beberapa brand lokal yang menyediakan lantai keramik dengan harga terjangkau, sedangkan brand luar atau kelas premium menawarkan harga yang lebih mahal.
4. Jenis Tekstur
Lantai keramik dengan tekstur glossy memang lebih murah ketimbang keramik homogenous atau granit tile.
Nah, seperti itulah ulasan singkat mengenai seluk beluk seputar lantai keramik, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan referensi saat hendak membangun maupun merenovasi rumah.
