Kayu Khas Papua – Material kayu merupakan salah satu elemen penting dan sering dipergunakan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan di segala bidang, salah satunya di industri furniture, mebel, kontruksi, bahan bangunan dan material dekorasi.
Setiap jenis kayu komersial di Indonesia pastinya mempunyai ciri khasnya tersendiri mulai dari segi karakteristik, kualitas hingga tempat asal kayu tersebut tumbuh.
Selain kayu khas Kalimantan yang paling banyak dicari karena unik dan menarik untuk dijadikan berbagai olahan seperti lantai parket, bahan perabotan, tangga kayu, plafon, dinding, decking, panel, veneer dan lain sebagainya.
Namun tahukah kalian, bahwasanya terdapat jenis kayu komersial yang berasal dari tanah Papua yang memiliki keunikan dan cukup berbeda dari jenis kayu kebanyakan.
Setidaknya untuk saat ini terdapat 3 jenis kayu khas Papua yang paling banyak dipakai diberbagai sektor, mulai dari bahan bangunan, perabotan rumah tangga hingga elemen dekorasi hunian.
Daftar Kayu asal Papua
Seperti yang kita ketahui bahwa tanah di Papua merupakan tanah ajaib karena hampir setiap jenis tumbuhan yang ada di Dunia terdapat disana, khasiat tumbuhan asal Irian Jaya atau Papua ini biasanya sangat berguna untuk obat tradisional dan keperluan manusia lainnya.
Nah dibawah ini terdapat jenis-jenis kayu khas Papua yang memiliki banyak kegunaan dan manfaat, apa sajakah itu? Simak ulasannya dibawah ini:
1. Kayu Sowang
Kayu sowang atau suwang memiliki nama latin (Xanthostemon novaguineensis) dan merupakan salah satu tumbuhan endemik Papua yang banyak ditemukan di pegunungan Cyclops yang terbentang dari kota hingga kabupaten Jayapura.

Kayu ini juga tumbuh di bagian sisi barat, selatan sampai timur di pegunungan cyclops pada ketinggian 20-450 mdpl. Ukuran tinggi pohonnya bisa mencapai 40 meter dengan diameter batang sekitar 80 cm.
Sowang sendiri dapat ditemukan dalam bentuk dua perawakan, yaitu dalam bentuk tegak dan semak. Tumbuhan sowang yang berperawakan tegak merupakan individu yang tumbuh dari biji dan perawakan sesungguhnya.
Ciri-ciri kayu pohonya mempunyai pepagan bagian dalam dengan warna coklat kemerahan, dan bergetah namun tidak mencolok. Sedangkan bagian teras kayu berwarna coklat tua hingga hitam pekat.
Terdapat bunga sowang yang berwarna merah dan tersusun dalam perbungaan majemuk dan berbentuk malai rata yang bersifat aksilar.
Dari segi kualitas, kayu ini cukup tahan terhadap serangan rayap, penggerek kayu di laut, cendawan pelapuk coklat dan cendawan pelapuk putih.
Biasanya kayu ini dipergunakan untuk membuat arang karena awet dan kuat, bahkan bisa dipakai berkali-kali. Namun di zaman dulu kayu khas Papua ini sering dipergunakan untuk membuat tiang penyangga rumah panggung.
Akan tetapi, pertumbuhan kayu sowang ini tergolong lambat. Setidaknya membutuhkan waktu 50 tahun untuk mencapai ukuran diameter yang ideal. Sehingga stok dan ketersediaan kayu sowang dipasaran sendiri saat ini cukup langka.
Baca juga : 5 Cara membasmi rayap dirumah secara alami dengan mudah
2. Kayu merbau

Kayu merbau atau ipil wood ini merupakan salah satu jenis kayu khas papua yang paling banyak dipergunakan oleh orang-orang dalam memenuhi kebutuhannya.
Di habitanya Irian Jaya oleh masyarakat lokal disana kayu merbau ini dijuluki sebagai “Kayu Besi” karena mempunyai tingkat kekerasa cukup tinggi berada di level kelas 1, sementara tingkat keawetannya kelas II.
Biasanya kayu khas papua ini dimanfaatkan untuk bahan kontruksi seperti pembuatan jembatan, perahu kano, bantalan rel kereta api, bak truk hingga bahan bangunan seperti kerangka atap, kusen, tiang penyangga dan lain sebagainya.
Ciri-ciri dari kayu merbau atau karakteristik tergolong cukup unik dan menarik, terlihat dari segi warna yang mencolok berwarna merah kecoklatan dengan aksen warna kuning.
Tekstur kayunya terasa agak kasar, sementara serat kayunya lurus menyerupai kayu kelapa atau glugu. Kayu merbau ini sering disandingkan dengan kayu jati karena keduanya memiliki kualitas yang mirip.
Namun kayu ini dapat mengeluarkan getah warna merah apabila diguyur air secara terus-menerus, getah merbau tersebut akan berhenti keluar jika terkena air dalam jangka watu yang lama kurang lebih sekitar 2-3 bulan.
Harga kayu merbau di pasaran sendiri saat ini masih tergolong mahal, selain kualitasnya yang bagus namun tampilan karakteristik warna kayunya juga menawan. Selain itu dapat dipergunakan untuk kebutuhan indoor maupun outdoor.
Informasi Selengkapnya : Plus minus kayu merbau
3. Kayu akway

Kayu akway merupakan sebuah tanaman perdu yang keberadaanya di hutan-hutan tropis primer dan sekunder. Tinggi tumbuhannya tidak seperti pohon kayu kebanyakan, hanya sekitar 1-5 meter saja dengan bentuk daun yang lonjong dan bagian tepi daun sedikit licin.
Kayu akway ini merupakan jenis kayu khas Papua karena di Indonesia hanya ada di pulau tersebut. Terutama di daerah perbukitan Manokwari.
Manfaat atau khasiat dari kayu akway ini sangat berguna untuk obat herbal/tradisional masyarakat lokal disana untuk para kaum laki-laki. Mampu meningkatkan kejantanan pria dan meningkatkan kesuburan pria. Mirip seperti daun bungkus papua.
Didalam kayu akway terdapat kandungan tannin, flavanoid, sterol, saoponin, alkaloid dan tanian. Selain itu terdapat sifat afrodisiak yang mampu meningkatkan hormon laki-laki.
Tidak hanya untuk pria saja, kegunaan kayu akway ini bisa dipergunakan oleh kaum wanita sebagai painkiller atau mengurangi rasa sakit ketika haid.
Cara mengkonsumsi kayu akway adalah dengan cara diseduh. Kayu akway yang sudah dikeringkan kemudian dikerik agar memperoleh serbuk halus, nah serbuk halus inilah yang kemudian kalian seduh.
Jadi, sudah tahu jenis kayu asal Papua?
