Perbedaan Kayu Ulin Sulawesi & Kalimantan – Berbicara soal kayu ulin, salah satu jenis kayu yang sering sekali di pakai orang-orang untuk membuat jembatan, bantalan rel kereta api, tiang, membuat hunian, hingga dijadikan plafon kayu dan lantai kayu outdoor atau decking.
Kualitasnya yang tinggi dengan karakteristik yang memadai, membuat kayu ulin ini banyak di sukai oleh berbagai kalangan, terutama yang berkecimpung di dunia arsitek, kontruksi, dan furniture.
Akan tetapi, yang perlu kalian ketahui yaitu bahwasanya kayu ulin ini mempunyai 2 jenis yang dibedakan berdasarkan tempat pertumbuhannya.
Karena terdapat kayu ulin yang berasal dari Kalimantan, ada juga kayu ulin yang berasal dari Sulawesi. Apakah keduanya sama-sama memiliki kualitas yang tinggi atau tekstur dan warnanya berbeda? Mari kita simak ulasannya berikut ini :
Perbedaan Kayu Ulin Kalimantan Dengan Kayu Ulin Sulawesi
Baik itu kayu ulin Sulawesi Maupun Kalimantan, keduanya sama-sama bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Akan tetapi, terdapat perbedaan yang cukup signifikan dari segi tekstur, warna dan kualitas.

Kayu ulin yang berasal dari Kalimantan memiliki warna coklat kuning tua, sedangkan kayu ulin Sulawesi warnanya hitam ke ungu-unguan dengan gradasi warna cream.
Selain itu, Kayu ulin Sulawesi kurang begitu bagus karena mudah melengkung dan retak, sedangkan kayu ulin yang berasal dari Kalimantan tidak mudah retak/rusak apalagi melenting.
Banyak sekali pelanggan yang merasa kecewa dengan produk yang terbuat dari kayu ulin Sulawesi karena kekurangannya tersebut.
Hal ini memaksa kami sebagai produsen untuk menghentikan pembuatan decking maupun plafon kayu yang terbuat dari kayu ulin Sulawesi.

Perlu diketahui bahwa kayu ulin yang berasal dari Kalimantan termasuk kedalam jajaran 10 kayu terkeras di dunia lho. Tingkat kekerasan kayu ulin kelas I dengan tingkat keawetan kelas I.
Maka tak heran, jika kayu ulin Kalimantan lebih sering dimanfaatkan untuk keperluan di bidang kontruksi ketimbang di buat menjadi perabotan rumah tangga.
Contohnya, kayu ulin Kalimantan lebih sering dimanfaatkan sebagai lantai kayu outdoor atau decking kayu ulin. Biasanya cenderung di pasangkan pada samping kolam renang, taman, rooftop, dan lain sebagainya.
Saat ini, kayu ulin yang berasal dari Sulawesi lebih dominan dipergunakan untuk membuat kerajinan, perabotan atau furniture rumah. Tidak seperti kayu ulin khas Kalimantan yang bisa di pakai untuk segala bidang.
Jadi, perbedaan antara kayu ulin Kalimantan dan Sulawesi hanya terdapat pada segi warna dan kualitasnya. Sehingga decking kayu Sulawesi lebih sering dipakai untuk membuat perabotan atau furniture rumah.
Baca juga: Perbadingan kayu jati dan merbau
Tentang kayu ulin
Kayu ulin atau kayu besi ini bisa kalian temukan di daerah Kalimantan & Sulawesi. Berat jenis kayu ulin dari kedua daerah tersebut sama yakni 0,1.
Memiliki tingkat kekerasan yang paling tinggi diantara jenis kayu kebanyakan, dengan tingkat keawetan cukup tinggi sehingga tahan terhadap rayap dan tidak mudah rusak atau lapuk yang diakibatkan oleh perubahan suhu atau cuaca.

Kayu ulin atau dalam bahasa inggrisnya Ironwood ini dalam pertumbuhannya terbilang sangat lambat. Sehingga kayu besi ini tergolong kayu yang langka, bahkan untuk menebang dan mengolahnya saja membutuhkan surat izin dari Perhutani.
Hal ini bertujuan agar tidak terjadinya pembalakan liar yang terjadi di hutan-hutan di Indonesia.
Rata-rata umur kayu ulin mencapai 100 tahun, bahkan bisa mencapai dari itu. Pohon kayu ulin mempunyai ukuran panjang sekitar 35-40 meter dengan diameter sekitar 60-120 sentimeter.
Tekstur dari kayu ulin sendiri sedikit agak kasar dengan serat kayu yang cukup padat, sedangkan untuk segi warnanya cenderung berwarna coklat kekuning-kuningan, ada pula yang berwarna hitam ungu hampir menyerupai kayu sonokeling.
Produk Olahan Dari Kayu Ulin
Tahukah kalian, bahwa kami juga memproduksi kayu ulin ini sebagai decking kayu dan plafon kayu lambersering. Olahan kayu ulin yang kami buat telah memenuhi standar internasional dan telah mendapatkan surat izin dari Perhutani.
Kami juga menggunakan teknologi canggih untuk mengolahnya sehingga hasilnya bagus tidak ada kerusakan. Selain itu, produk yang kami buat juga berstandar SNI dan bergaransi.
Baca juga :
1. Decking kayu ulin/lantai kayu outdoor
Untuk olahan kayu ulin yang kami produksi terdapat decking kayu outdoor, jenis produk yang satu ini di khususkan penerapannya di luar ruangan.
Akan tetapi, tidak jarang pula kebanyakan para konsumen memasang decking kayu ulin ini didalam ruangan. Jadi kegunaan decking kayu ini sebetulnya multifungsi, bahkan bisa dipakai untuk menutupi anak tangga di rumah.
Sehingga decking kayu ini bisa dijadikan alternatif selain papan tangga jati atau merbau.

Decking kayu ulin ini kami produksi dengan ukuran tebal 1,9cm x lebar 9cm x panjang 160cm- 400cm. Terdapat fitur anti slip pada bagian permukaannya, sehingga decking kayu kerap kali digunakan di area pinggir kolam renang.
Baca juga : 5 jenis decking kayu terbaik beserta harganya
2. Plafon kayu ulin/lumber ceiling ironwood

Plafon kayu ini di desain panjang dengan bobot berat yang ringan. Kenapa plafon kayu lambersering dibuat ringan?
Hal ini tentunya bertujuan agar plafon kayu yang sudah terpasang tidak akan terbuka kembali atau terjatuh karena keberatan karena bebannya yang berat.
Plafon kayu memiliki ukuran tebal 1cm dengan ukuran lebar 9cm dan ukuran panjang mencapai 100cm.
Tahukah kalian, bahwa lambersering kayu ini selain berfungsi sebagai material penutup atap rumah, tetapi bisa juga dipakai untuk melapisi dinding samping rumah atau ruangan.
Selain kokoh dan dapat bertahan selama puluhan tahun, tetapi juga berkesan eksklusif dan dapat meningkatkan nilai jual property sehingga menjadi langkah yang tepat dalam berinvestasi jangka panjang.
Baca juga : Harga Plafon Kayu Lambersering
Bagaimana, Tertarik?
Bagi Kalian yang tertarik ingin menggunakan decking kayu ulin atau plafon kayu ulin, bisa langsung menghubungi salah satu pihak marketing kami untuk menanyakan ketersediaan produk, harga dan juga biaya pemasangan. Di bawah ini :
Free Survei & Konsultasi
Rifan : 0812-200-039
Demikianlah ulasan kali ini tentang perbandingan kayu ulin Kalimantan dengan kayu ulin Sulawesi, beserta pemanfaatannya. Semoga pembahasan di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita. Terimakasih.
