...
perbandingan kayu ulin dengan bengkirai

Mana yang Lebih Awet Antara Kayu Ulin Dengan Bengkirai?

Kayu Ulin vs Bengkirai – Material kayu pada umumnya kerap kali dipakai untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan di segala bidang, terutama untuk kebutuhan didalam dunia industri furniture atau mebel.

Namun tidak jarang pula dimanfaatkan sebagai bahan baku kontruksi berat maupun ringan seperti membuat jembatan, rangka atap, kusen, bantalan rel, veneer dan lain sebagainya.

Di era yang modern ini sudah banyak jenis kayu komersial yang dimanfaatkan, dan kebanyakan sekarang ini pergunakan sebagai elemen dekorasi hunian berupa lantai parket, plafon, dinding lambersering, papan tangga hingga decking.

perbandingan kayu solid

Selain kayu jati, terdapat dua jenis kayu komersial yang paling diandalkan sebagai bahan pembuatan decking atau lantai kayu outdoor dan sering juga dipakai untuk keperluan lain yaitu kayu bengkirai dan kayu ulin.

Baik bengkirai maupun ulin, keduanya sama-sama jenis kayu khas Kalimantan yang paling banyak digunakan berkat kualitas dan karakteristiknya yang bagus.

Namun, apa bedanya antara kayu ulin dengan kayu bengkirai? mana yang lebih kokoh dan awet? Yuk simak ulasannya dibawah ini :

Mengenal kayu ulin

Kayu ulin atau ironwood merupakan jenis kayu yang banyak dijumpai di kepuluan Kalimantan, Sumatera, Papua dan lain sebagainya.

plus minus kayu ulin

Kebanyakan pohon ulin mampu menginjak usia mencapai 100 tahun, tinggi pohonya sekitar 35-40 meter dengan diameter batang 60-120 cm. Pertumbuhan kayu tergolong lambat.

Karakteristik dari kayu ulin sendiri cenderung menarik, dengan tekstur agak kasar dan serat kayu padat. Serta rata-rata berat jenisnya 0,1.

Sementara dari tampilan warna, umumnya kayu ulin ini berwarna coklat tua kekuningan, namun terdapat pula variasi lain dengan warna hitam keunguan mirip seperti kayu sonokeling.

Bila dibandingkan dengan kayu lain, ulin ini mempunyai kualitas yang lebih unggul baik dari segi kekerasan, ketahanan hingga keawetannya yang berada di kelas I.

Sehingga tidak heran jika kayu ulin ini sering dimanfaatkan untuk membuat decking kayu ulin atau sebagai lantai kayu outdoor, lantai pinggir kolam renang, rooftop, balkon dan sejenisnya.

Keunggulan kayu ulin

  • Mampu bertahan dari perubahan suhu dan cuaca
  • Tahan rayap, kutu kayu, hama hingga jamur
  • Tidak mudah rusak atau lapuk, meski terkena air.
  • Daya tahan stabil, kokoh dan awet.
  • Bisa dipergunakan untuk keperluan luar ruangan atau outdoor
  • Termasuk sebagai 10 jenis kayu terkeras didunia

Kekurangan kayu ulin

  • Dikarenakan pertumbuhannya yang lambat dan permintaan yang semakin meningkat, membuat kayu ulin ini cukup sulit ditemukan dipasaran. Bisa dibilang “langka”.
  • Harga kayu ulin umumnya relatif mahal, selain langka tetapi juga kualitasnya tiada tara.

Mengenal kayu bengkirai

Kayu bengkirai atau kerap disapa kayu yellow balau ini merupakan jenis kayu khas Kalimantan yang banyak dipergunakan untuk kebutuhan kontruksi, furniture hingga elemen dekorasi.

plus minus kayu bengkirai

Kenapa disebut yellow balau? Hal ini dikarenakan kayu bengkirai mempunyai warna kuning terang dengan sedikit kecoklatan.

Ciri-ciri pohon bengkirai sendiri berbatang lurus dengan ketinggian pohon mencapai 40-45 meter dan diameter batang rata-rata sekitar 70-90 cm namun maksimalnya mencapai 120 cm. Terdapat warna kuning coklat, tingkat kekerasan kayu antara 880-990 kg/m3 pada kekeringan MC12%.

Tekstur kayu bengkirai cenderung agak kasar dengan serat kayu lumayan lurus, sementara tingkat keawetannya kelas II-III dengan tingkat kuat kelas I.

Dengan kualitas seperti itu, menjadikan kayu bengkirai ini sangat diandalkan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan seperti bahan bangunan, perkapalan, bantalan rel kereta api, bak truk, mebel dan material dekorasi rumah.

jual lantai kayu

Baca juga : Spesifikasi decking kayu bengkirai

Kelebihan kayu bengkirai

  • Karakteristik kayunya menarik dengan warna kayu yang cerah.
  • Dapat bertahan dari perubahan suhu atau cuaca.
  • Mudah dalam hal pengolahan
  • Tingkat keras dan kuatnya tergolong tinggi
  • Gampang diperbaiki
  • Harga kayu bengkirai relatif murah bila dibandingkan dengan harga kayu ulin.

Kekurangan kayu yellow balau

  • Salah satu kekurangan kayu bengkirai antara lain mudah retak, hal ini lantaran kayu yellow balau tersebut memiliki tingkat keawetan yang sedang bahan tergolong rendah yakni kelas II-III, sedangkan tingkat kuat atau keras kelas I.

Baca juga : Plus minus kayu merbau

Pilih kayu ulin atau kayu bengkirai, mana yang lebih baik digunakan?

perbandingan kualitas kayu

Perbandingan antara kayu bengkirai dengan kayu ulin, bisa kalian nilai berdasarkan tingkatan kualitas, kegunaan hingga karakteristik kayu tersebut dan perihal harga jual.

Kualitas kayu

Kayu ulin : Tingkat keras dan kuat kayu ulin kelas I dengan tingkat awet kelas I, tahan rayap, tidak mudah rusak dan mampu bertahan dari perubahan suhu maupun cuaca.

Kayu bengkirai : Sedangkan kayu bengkirai tingkat kuat dan kerasnya kelas I namun tingkat keawetan kelas II-III, akan tetapi tahan rayap, dapat menahan suhu lembab dan perubahan cuaca, serta bisa dipakai untuk kebutuhan outdoor.

Bila dilihat dari segi kualitas, memang kayu ulin jauh lebih unggul dari kayu bengkirai. Mengingat bengkirai terdapat salah satu kekurangan yaitu resiko retak yang tinggi.

Kegunaan kayu

Baik kayu bengkirai maupun kayu ulin, keduanya sama-sama jenis kayu komersial yang sering dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Namun bedanya yaitu :

kegunaan kayu bengkirai dan ulin

Kayu ulin relatif luas penggunaannya karena tidak adanya kekurangan dari kayu tersebut, cocok dijadikan sebagai pagar kayu minimalis, lantai parket, plafon lambersering, kerangka atap, decking kayu outdoor dan lain sebagainya.

Sementara itu kayu bengkirai bisa juga dipakai untuk kebutuhan luar ruangan namun penggunaannya cukup terbatas, mengingat kekurangan kayu tersebut mudah retak.

Biasanya kayu bengkirai ini dipakai untuk membuat decking, dinding kayu, plafon, kusen dan sejenisnya.

Baca juga : Perbandingan kayu jati dengan kayu mahoni

Harga kayu

Harga kayu ulin per meter untuk decking dibandrol sekitar Rp. 870 ribu, sedangkan kayu ulin untuk plafon/dinding harganya sekitar Rp. 495 ribuan per meter.

Sedangkan harga kayu bengkirai untuk decking mencapai Rp. 390 ribuan, dan harga produk plafon lambersering kayu bengkirai di jual sekitar Rp. 360 ribuan per meter.

Dari segi harga jual kayu dipasaran, memang kayu bengkirai dinilai lebih ekonomis dan terjangkau dibandingkan dengan kayu ulin.

Baca juga : Perbandingan kayu ulin Kalimantan & ulin Sulawesi

Scroll to Top