Mengenal Kayu Pinus – Material kayu merupakan salah satu bahan baku yang sedari dulu hingga sekarang masih terus dipergunakan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan.
Ya, mulai dari bidang industri furniture, mebel, bahan bangunan hingga elemen dekorasi. Pinus menjadi salah satu jenis kayu yang memang selalu diandalkan untuk berbagai bidang tersebut.
Lantas, seperti apa sajakah keistimewaan dari kayu pinus? Nah, biar gak penasaran mending simak langsung ulasannya dibawah ini.
Fakta menarik tentang kayu pinus
Terdapat dua jenis kayu pinus yang paling banyak dicari dan dimanfaatkan oleh sebagian besar para pengrajin atau produsen kayu, diantara yaitu pinus merkusii dan pinus radiata karena punya kualitas yang bagus.
Karakteristik kayu pinus yang paling menonjol dan terlihat menarik adalah kayunya yang berwarna krem. Khas dan berbeda dari jenis kayu lainnya.
1. Termasuk kayu lunak

Salah satu fakta kayu pinus yang cukup penting untuk kalian ketahui yaitu bahwasannya ia termasuk sebagai jenis kayu lunak.
Sehingga menjadikan pinus kayu ini mudah dibentuk dan dioleh menjadi berbagai macam keperluan. Tidak jarang juga dimanfaatkan sebagai bahan furniture seperti lemari, kursi, meja, rak hingga kerajinan atau cinderamata.
Baca juga : Perbandingan kayu lunak dan kayu keras
2. Bobot kayu ringan

Pada umumnya memang hampir semua jenis kayu lunak mempunyai bobot berat yang ringan, begitu pun halnya pada kayu pinus ini.
Rata-rata kadar air 12% dengan berat jenis sekitar 0,61 dan tingkat kerapatan sebesar 0.69 g/cm3. Dengan begitu pine wood atau pinus ini cocok dimanfaatkan sebagai furniture rumah tangga yang mudah dipindah-pindahkan.
Baca juga : Mengenal kayu sungkai
3. Warna kayu terang/cerah

Alasan mengapa kayu ini cukup diandalkan sebagai bahan material pembuatan furniture oleh para pengrajin kayu adalah punya karakteristik warna yang khas dan terlihat terang atau cerah, dengan dominasi warna putih dan krem pada serat permukaan kayu pinus.
Berkat warna tone ini juga memudahkan pinus kayu untuk dicat atau finishing. Bahkan tidak jarang pula para produsen furniture mempertahankan warnanya agar terlihat sangat natural.
4. Serat dan tekstur kayu terlihat realistis

Selain memiliki warna yang khas dan terlihat bagus, namun juga kayu pinus ini mempunyai tampilan serat kayu dan tekstur yang terlihat sangat jelas meski berupa papan yang belum diamplas.
Berbeda halnya dengan jenis kayu lain seperti jati contohnya yang perlu dihamplas terlebih dahulu agar terlihat bagian serat kayu dan teksturnya.
5. Tingkat awet dan kuat sedang
Bila kalian menyangka kayu lunak seperti pinus ini jelek dari segi kualitas, maka anggapan kalian cukup salah. Pasalnya kayu pinus ini tergolong bagus dari segi kualitas kayu.

Diketahui bahwa, tingkat kuat kayu pinus kelas II-III dan tingkat awet kelas III. Dengan densitas kayu sekitar 480-520 kg/m3.
Lebih unggul jati memang jika dibandingkan, namun pinus kayu ini masih bisa diandalkan karena punya kegunaan yang beragam dengan menjadikannya sebagai produk yang berkualitas dan khas.
Baca juga : Perbandingan kayu jati dan merbau
6. Anti-shock

Walaupun dari segi kualitas kayu cemara atau pinus ini tergolong sedang bahkan hampir mendekati rendah, akan tetapi kayu ini cukup kuat menahan guncangan atau benturan (antishock) karena tekstur kayunya kaku sehingga cukup kokoh.
Mampu membantu meminimalisir terjadinya kerusakan akibat benturan atau guncangan dari benda keras. Disamping itu juga, kayu pinus ini tidak mudah berubah bentuk. Cukup tahan terhadap penyusutan dan pemuaian.
7. Termasuk kayu ramah lingkungan
Seperti yang kita ketahui, kegunaan kayu pinus ini sangat beragam. Akan tetapi kayu ini juga termasuk material ramah lingkungan, hal ini lantaran pohon pinus proses pertumbuhannya tergolong cepat.
Tidak seperti jenis pohon kayu pada umumnya yang pertumbuhannya lambat, sehingga penggunaan pinus ini relatif ramah lingkungan.
Tidak hanya itu saja, dengan pertumbuhan yang cepat juga menjadikan stok pinus kayu banyak dan tidak langka sehingga harganya cenderung murah dan mudah didapatkan.
Berapa harga kayu pinus?
Bila dibandingkan dengan harga kayu lain, pinus ini umumnya dijual dengan harga yang relatif lebih murah. Perbedaan harga pasar inilah yang menjadikan kayu pinus cukup banyak diminati.
Harga kayu pinus per gelondong saja hanya di bandrol sekitar Rp. 550 ribuan dengan diameter 10 dan ukuran panjang mencapai 5 cm.
Baca juga : Daftar kayu kelas 3 yang cocok untuk furniture
Apa saja kelemahan kayu pinus?
Setiap jenis kayu pada umumnya mempunyai sisi kelebihan dan kekurangannya tersendiri, sama seperti pada kayu pinus.
Lantas apa saja kekurangan kayu pinus? Simak dibawah ini :
- Kurang tahan terhadap suhu lembab
- Beresiko terserang rayap dan jamur
- Membutuhkan perawatan dan pengawetan yang kuat karena pinus kayu lunak.
- Mudah tergores dan kusam
- Hanya cocok dengan desain atau gaya rustic
- Banyak mata kayu
Nah, itu dia ulasan singkat mengenai seluk beluk seputar kayu pinus, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan penambah wawasan.
