...
Pusat Lantai kayu jenis kayu kelas 3

Deretan Kayu Kelas 3 yang Cocok Untuk Furniture

Kayu Kelas 3 – Material kayu dari dulu hingga sekarang masih sering dipergunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan di segala bidang, salah satunya di dalam dunia industri furniture atau mebel.

Terdapat beragam jenis kayu yang dapat dipakai untuk membuat furniture rumah tangga minimalis, terbagi menjadi beberapa kelas.

Berdasarkan standar SNI, kayu diklasifikasikan ke dalam beberapa kelas kuat, yaitu:

  1. Kelas Kuat I
    Kayu dengan daya tahan tinggi terhadap beban berat dan tekanan, seperti kayu ulin, jati, dan bengkirai. Umumnya digunakan untuk konstruksi bangunan dan jembatan.
  2. Kelas Kuat II
    Memiliki kekuatan sedikit di bawah kelas I, seperti kayu merbau dan sonokeling. Cocok untuk lantai, kusen, dan rangka atap.
  3. Kelas Kuat III
    Kayu dengan kekuatan menengah, seperti kayu Meranti dan mahoni. Biasanya digunakan untuk furnitur dan dekorasi interior.
  4. Kelas Kuat IV & V
    Kayu dengan kekuatan rendah hingga sangat rendah, seperti kayu albasia dan sengon. Umumnya digunakan untuk bahan baku industri ringan seperti palet atau kemasan.

Rekomendasi kayu kelas 3 untuk furniture rumah tangga

Maksud dari kayu kelas 3 yaitu menilai suatu jenis kayu berdasarkan tingkat kekerasan, kekuatan dan keawetannya. Nah biasanya kayu kelas III jarang sekali dipakai untuk bahan material kontruksi kelas berat, Akan tetapi lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan furniture.

Lantas, apa saja jenis-jenis kayu kelas III ?

1. Kayu meranti

Jenis kayu kelas 3 pertama adalah Meranti, Kayu meranti mempunyai 3 jenis yang dibedakan berdasarkan warna kayu, terdapat meranti putih, meranti kuning dan meranti merah.

jenis meranti merah termasuk sebagai kayu kelas 3 berkualitas

Salah satu jenis kayu meranti yang termasuk kedalam golongan kayu kelas 3 yaitu meranti merah. Hal ini dikarenakan jenis kayu meranti merah mempunyai tingkat keawetan kelas III yang mampu bertahan hingga 10 tahun.

Selain itu, warna meranti merah juga tergolong cukup unik dengan warna merah gelap dengan warna cokelat keunguan. Tergantung usia kayu dan pertumbuhannya.

Sehingga kayu meranti merah ini cocok dibuat sebagai bahan material furniture indoor yang awet dan memiliki warna yang menarik.

Informasi Selengkapnya : Kelebihan & Kekurangan Kayu Meranti

2. Kayu sungkai

Kayu sungkai merupakan jenis kayu yang termasuk sebagai jajaran kayu kelas 3 berkat tingkat keawetannya, diketahui bahwa kayu sungkai dapat bertahan hingga 10-11 tahun.

kayu sungkai adalah kayu kelas 3 tingkat keawetan

Kayu kelas III ini umumnya banyak ditemukan didaerah Kalimantan, Sumatera hingga Jawa barat. Dapat tumbuh dengan baik di kawasan hutan tropis pada kontur tanah kering maupun sedikit basah pada ketinggian 600mdpl.

Pada umumnya, permukaan kayu sungkai memiliki warna putih pucat kekuningan. Selain itu, kayu sungkai juga mempunyai berat jenis 550-650kg/m3, dengan tingkat kelenturan 400-900kg/m3 dan kekuatannya mencapai 300-650kg/m3.

Biasanya jenis kayu yang satu ini kerap kali disandingkan dengan kayu jati karena wanra kayunya yang cukup mirip, namun perbandingan kayu sungkai dengan kayu jati terlihat dari segi kualitas dan tentunya harga.

Informasi Selengkapnya : Karakteristik Kayu Sungkai

3. Kayu borneo

Kayu borneo atau nama latinya Cinnamomum Campora ini merupakan jenis kayu perkebunan yang termasuk sebagai salah satu jenis kayu kelas 3 yang banyak dipergunakan oleh para pengrajin kayu sebagai bahan material pembuatan furniture.

kayu borneo merupakan kayu kelas 3 yang cocok untuk furniture mebel

Karakteristik dari kayu borneo ini memiliki warna khas putih kekuningan dengan tekstur permukaan yang cenderung cukup kasar, namun dapat dengan mudah menyerap zat cair. Diketahui bahwa kayu borneo mempunyai tingkat kekuatan kelas III.

Kayu komersial ini banyak ditemukan di daerah Kalimantan dan sekitarnya, wood borneo juga memiliki ciri lunak-keras dan termasuk sebagai kayu berat. Selain itu, harga kayu borneo per m3 di jual dengan harga yang relatif cukup murah.

4. Kayu pinus

Walaupun kayu pinus tidak sekuat kayu keras, namun tergolong kokoh sebagai kayu lunak dikelasnya. Bahkan tingkat keawetan dan kekuatannya berada di kelas III.

kayu pinus atau pine wood termasuk sebagai jenis kayu kelas 3

Karakter kayunya sangat kaku dan dapat bertahan dari guncangan yang mampu meminimalisir kerusakan, sehingga sangat cocok dipakai untuk bahan perabotan dapur atau furniture rumah tangga.

Ciri-ciri dari kayu pinus solid ialah teksturnya terlihat jelas, warnanya terang, punya banyak corak mata, beratnya ringan, mudah dibentuk dan diolah. Selain itu harganya tergolong murah.

Namun sayangnya, kayu pinus tidak tahan rayap sehingga perlu bahan finishing anti rayap dan air untuk dipergunakan sebagai furniture ruangan agar tahan lama dan kuat.

5. Kayu keruing

Sebetulnya kayu keruing ini bisa termasuk sebagai kayu kelas 1, kelas 2 hingga kayu kelas 3. Hal ini lantaran kualitas yang dimiliki kayu tersebut mempunyai tingkat kuat kelas I-II dengan tingkat keawetan kelas III.

kayu keruing adalah kayu kelas 3 dan 2

Dengan kualitas seperti itu, mejadikan pemanfaatan kayu keruing ini sangat beragam mulai dari kontruksi berat, elemen dekorasi, furniture, hiasan dinding, interior dan eksterior hunian.

Selain sering dipakai untuk membuat furniture, kayu keruing juga tak jarang digunakan sebagai decking (lantai kayu outdoor) dinding lambersering, plafon kayu, pagar minimalis, kusen jendela, pintu dan lain sebagainya.

Karakteristik kayu keruing gunung memiliki warna coklat, kelabu tua dan coklat kemerahan dengan serat kayu lurus dan terpadu, permukaannya cukup mengkilap dan bila disentuh terasa licin dan lengket.

Harga kayu keruing per meter atau per m3 di pasaran masih tergolong murah, bila dibandingkan dengan harga kayu jati atau kayu ulin.

Informasi Selengkapnya : Produk-Plafon Kayu Keruing

6. Kayu Mahoni

kayu mahoni adalah jenis kayu solid

Kayu mahoni dikategorikan sebagai kayu kelas kuat III dan kelas awet III, yang berarti memiliki ketahanan sedang terhadap beban dan lingkungan. Kayu ini cukup keras dan mudah diolah, sehingga banyak digunakan dalam pembuatan furnitur, dekorasi interior, serta panel pintu dan jendela.

Meskipun tidak setahan jati atau merbau terhadap serangan hama dan cuaca ekstrem, kayu mahoni tetap menjadi pilihan ideal karena memiliki serat yang halus dan warna merah kecoklatan yang elegan. Dengan perlakuan yang tepat, seperti pelapisan anti-rayap dan finishing yang baik, kayu mahoni dapat bertahan lebih lama dan memberikan tampilan estetis yang menawan.tetis yang menawan.

Selengkapnya : Serba-Serbi Kayu Mahoni Untuk Konstruksi & Furniture

Bagaimana, dari keenam jenis kayu kelas 3 diatas mana yang akan kalian pilih?

Demikian pembahasan kita kali ini mengenai jenis-jenis kayu kelas 3 untuk furniture indoor, semoga ulasan diatas dapat bermanfaat ya. Cukup sekian dan terimakasih.

Scroll to Top