...
kayu lunak vs kayu keras

Melihat Perbandingan Kayu Lunak Vs Kayu Keras!

Kayu Keras vs Kayu Lunak – Penggunaan material kayu sebagai bahan baku dari dulu hingga sekarang masih terus dipakai untuk memenuhi berbagai keperluan di segala bidang, salah satunya di dalam dunia industri furniture dan kontruksi.

Di Indonesia ini mempunyai beragam kayu yang bisa kita gunakan untuk kebutuhan tertentu, mulai dari jenis kayu kelas 1 hingga kayu kelas 5.

Disi lain terdapat pula kayu lunak dan kayu keras.

Softwood atau hardwood, keduanya mempunyai sisi kelebihan dan kekurangnnya tersendiri. Apakah kalian tahu perbedaan kayu keras dengan kayu lunak? Simak ulasan berikut ini:

Perbandingan kayu keras dan kayu lunak

Kayu keras

Kayu keras adalah jenis kayu yang berasal dari pohon yang terdapay biji di dalam buahnya atau tanaman berbiji tertutup (angiospermae).

Salah satu ciri khas dari kayu keras yakni memiliki pori-pori yang banyak dan mempunya bentuk daun yang cenderung lebar.

Hardwood atau kayu keras biasanya memiliki proporsi yang bervariasi dengan terdiri dari jenis sel yang berbeda, sehingga tidak mengherankan jika karakteristiknya jauh lebih menarik katimbang kayu lunak.

Kayu lunak

apa itu kayu keras?

Kayu lunak merupakan salah satu jenis kayu yang berasal dari pohon yang tidak memiliki biji tertutup oleh daging buah biasanya disebut tanaman berbiji terbuka (gymnospermae).

Ciri khusus kayu lunak yakni warna kayu cenderung putih dan mempunyai bentuk daun lonjong.

Kayu lunak atau softwood sendiri pada umumnya memiliki struktur kayu yang relatif sederhana dan tidak mempunyai tampilan khas, serta hanya terdiri dari beberapa jenis sel saja.

apa itu kayu lunak?

Jenis-jenis kayu lunak

Terdapat beberapa jenis kayu lunak atau softwood diantarannya yaitu kayu pinus, sengon, cedar. kayu merah dan dalin sebagainya.

jenis-jenis kayu lunak di Indonesia

Biasanya kayu ini digunakan untuk keperluan kontruksi ringan seperti kusen jendela, pintu, furniture indoor, kerajinan, perabotan rumah tangga dan masih banyak lagi.

Dikarenakan kualitas dari kayu lunak ini tergolong rendah, baik dari tingkat kuat dan awetnya. Sehingga softwood ini kurang tahan terhadap suhu panas, rayap, air.

Maka dari itu, pemanfaatannya terbatas hanya di bidang tertentu saja.

Jenis-jenis kayu keras

Terdapat beragam jenis kayu keras diantaranya yakni kayu jati, bengkirai, mahoni, ulin, merbau, keruing, maple dan lain sebagainya.

Para pengrajin kayu biasanya memanfaatkan kayu keras ini sebagai bahan material kontruksi berat dan furniture outdoor.

jenis-jenis kayu keras di Indonesia

Berbeda dengan kualitas kayu lunak, kualitas kayu keras ini sangat bagus, baik dari segi ketahanan, kekerasan maupun keawetannya.

Sehingga kayu keras ini mampu bertahan dari perubahan suhu atau cuaca, tahan rayap, tahan panas dan air.

Dikarenakan kualitasnya bagus, hardwood ini juga tidak jarang dimanfaatkan sebagai dekorasi hunian berupa decking (lantai kayu outdoor), dinding lambersering, plafon kayu, lantai parket indoor, kisi-kisi kayu, model pagar kayu minimalis dan masih banyak lagi.

Baca juga : Daftar Kayu Kelas 3 Untuk furniture

Pertumbuhan kayu lunak dan kayu keras

Umumnya, proses pertumbuhan antara kayu keras dengan kayu lunak sangat berbeda. Yang dimana kayu lunak cenderung lebih cepat pertumbuhannya ketimbang kayu lunak.

Sehingga kayu yang dihasilkan jelas berbeda, perbedaan tersebut bisa kita lihat dari densitas kayu itu sendiri.

pertumbuhan kayu lunak dan kayu keras

Kayu keras pada umumnya mempunyai tingat densitas kayu yang lebih tinggi dari kayu lunak. Hal ini lantaran hardwood proses pertumbuhannya lambat.

Yang dimana seperti yang kita ketahui, bahwasanya densitas kayu yang lebih tinggi membuat tingkat kekuatan kayu tersebut meningkat.

Akan tetapi tidak bisa disamakan begitu saja, terdapat kayu lunak dengan nilai densitas kayu yang tinggi.

Sehingga meskipun kayu keras pada umumnya lebih pada dan kuat, namun kita juga tidak bisa mengelak bahwa jenis kayu lunak ada yang lebih padat dan kokoh.

Baca juga : Daftar tingkat kekerasan kayu

Perbedaan harga kayu keras dengan harga kayu lunak

Pastinya dari kalian sudah bisa menebak, manakah jenis kayu yang mahal? kayu keras atau kayu lunak. Tentu jawabanya adalah hardwood atau kayu keras.

perbandingan harga kayu keras dan kayu lunak

Harga kayu keras rata-rata di jual dengan harga yang relatif tinggi, hal ini lantaran kualitas dan karakteristik kayu keras bagus.

Sedangkan harga kayu lunak sendiri cenderung rendah, bahkan tergolong murah sehingga mudah dijangkau oleh berbagai kalangan.

Contoh sebagai berikut, ketika kita ingin membeli kayu jati atau mahoni dengan kayu pinus, maka kita harus mengeluarkan budget yang lebih tinggi ketika membeli kayu jati atau mahoni ketimbang beli kayu pinus.

Jika harga kayu jati 1 juta, maka harga kayu pinus sebesar 500 ribuan.

Baca juga : Perbandingan Kayu Ulin Sulawesi & Kalimantan

Perbandingan antara kayu lunak dengan kayu keras bisa kita lihat dari segi kualitas dan manfaatnya.

Manfaat kayu keras sangat beragam karena punya kualitas yang jauh lebih bagus ketimbang kayu lunak.

Seperti digunakan hiasan dinding, decking outdoor, kontruksi berat, furniture eksterior, lantai parquet, lambersering dinding & plafon, serta masih banyak lagi yang bisa kita manfaatkan dari kayu keras.

Manfaat kayu lunak juga cukup banyak seperti untuk kusen jendela, pintu kayu minimalis, kerajinan, furniture indoor, mainan anak, cinderamata, ukiran dan lain sebagainya.

Bila dilihat dari segi kualitas, kayu keras memiliki kualitas yang jauh lebih unggul daripada kayu lunak. Akan tetapi harga kayu lunak lebih murah ketimbang harga kayu keras yang notabene terbuat dari kayu komersial mahal.

Demikian ulasan kita kali ini mengenai perbedaan kayu keras dengan kayu lunak, semoga pembahasan diatas dapat bermanfaat ya. Cukup sekian dan terimakasih.

Scroll to Top