Mengenal Kayu Keruing – Rumah yang indah dengan nuansa kasual adalah impian banyak orang, dan salah satu cara mewujudkannya adalah dengan mengaplikasikan produk kayu, baik untuk lantai, dinding, maupun furnitur.
Salah satu pilihan yang tepat adalah kayu keruing, yang terkenal dengan kualitasnya yang unggul serta keindahan warna alaminya, menjadikannya pilihan ideal untuk interior rumah.
Namun, sebelum menggunakan kayu ini, penting untuk mengenal lebih jauh tentang kualitas kayu keruing agar Anda dapat memanfaatkannya secara maksimal. untuk itu, yuk ketahui kayu keruing dari ciri hingga manfaatnya! Antara lain :
Penasaran? langsung saja simak berikut ini:
Ciri Pohon Keruing
Dari sekian banyak kayu yang dipakai untuk berbagai keperluan sepeti furniture, lantai kayu, plafon kayu, hingga aksesoris, ada satu jenis kayu yang paling favorit dan terkenal di dunia pertukangan, yaitu kayu Keruing.
Memiliki nama latin Dipterocarpus, kayu Keruing ini juga lebih dikenal dengan nama Kruing (mungkin karena lebih gampang ditulis dan diucapkan).
Pohon keruing memiliki cabang bebas dan tidak beraturan, dengan ketinggian pohon sekitar 50 meter, cabang pohon hingga 35 cm dan diameter pohon 120 cm.
Persebaran pohon keruing ini bermula di India, Burma, Vietnam hingga ke Indonesia, di “Tanah Air” sendiri persebaran pohon keruing ini banyak ditemukan di daerah Lombok, Aceh, Bali, Sumbawa dan Jawa Barat. Dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis.
Klasifikasi pohon keruing :
- Kerajaan : Plantae
- Divisi : Magnoliophyta
- Nama latin : Dipterocarpus retusus
Karakteristik Kayu Keruing gunung

Warna cokelat, kelabu tua dan cokelat kemerahan merupakan ciri utama dari kayu Kruing. Namun tak menutup kemungkinan ada saja kayu kruing yang memiliki warna dari perpaduan ketiga warna tadi.
Serat dari kayu Kruing ini lurus dan berpadu dan memiliki permukaan yang mengkilap karena jika disentuh memang sedikit lengket dan juga licin.
Warna cokelat muda atau kuning yang terdapat pada bagian kayu teras keruing menjadikannya lebih terang daripada bagian gubal kayu kruing. Kayu kruing merupakan kayu kelas I dan kelas II dalam kelas/golongan kayu di Indonesia.
Inilah salah satu alasan yang menjadikan kayu keruing sangat diminati dan digunakan untuk bahan utama bangunan seperti rangka atap dan kusen.
Namun, makin hari permintaan kayu keruing ini semakin banyak bahkan membludak, dampaknya yaitu keberadaan kayu keruing sangat menghawatirkan dan bahkan bisa dikatakan terancam punah.
Meski persebaran jenis pohon ini terbilang luas di Asia Tenggara, hanya sedikit saja yang tumbuh di Indonesia yaitu di pulau Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali, Sumbawa dan Lombok.
Baca juga : Karakteristik Kayu Kumea Khas Sulawesi Selatan
Kelebihan & Kekurangan Kayu Keruing
Tentunya, setiap jenis kayu memiliki kelebihan serta kekurangan nya masing-masing. Baik itu dari segi penampilan, ketahanan, atau harga kayu tersebut.
Untuk lebih lanjutnya anda bisa membaca kelebihan dan kekurangan kayu keruing sebagai berikut:
Keunggulan Kayu Keruing
1. Tingkat Kekuatannya Setara Kayu Jati
yang berarti tingkat kuat ini tak lagi perlu untuk diragukan karena mungkin anda sendiri sudah mengetahui sebagaimana bagusnya kekuatan yang dimiliki kayu jati bukan?
kemiripan tingkat kuat ini dimiliki kayu keruing karena kayu ini termasuk kedalam kayu kelas I dan II. Ini merupakan alasan utama yang menjadikan kayu keruing banyak digunakan untuk bahan utama bangunan seperti rangkat atap dan furtniture lainnya seperti kusen.
2. Tampilan Warna dan Serat yang Indah
Kayu keruing memiliki karakteristik yang sangat menarik, terutama dari segi warna dan seratnya. Warna kayu keruing yang indah dan menarik, biasanya berupa perpaduan cokelat kemerahan hingga cokelat gelap, memberikan kesan hangat dan elegan pada ruangan.
Ditambah dengan seratnya yang beraturan dan halus, kayu ini mampu menciptakan nuansa eksotis yang sulit ditandingi oleh jenis kayu lainnya. Karakteristik kayu keruing dari warna inilah yang menjadikannya pilihan populer untuk berbagai keperluan, khususnya dalam desain interior.
Jika Anda berencana menggunakan kayu keruing untuk lantai kayu, sangat disarankan untuk memilih kayu yang telah melalui proses pengeringan dan diawetkan. Pengeringan yang baik memastikan kayu lebih stabil dan tidak mudah melengkung.
Sementara proses pengawetan membantu melindungi kayu dari serangan rayap dan jamur, sehingga daya tahannya semakin optimal. Dengan memahami karakteristik kayu keruing dan melakukan pemilihan yang tepat, Anda dapat menikmati keindahan dan kualitas kayu ini dalam jangka panjang.
Kekurangan Keruing

Setelah anda terpukau dengan segala kelebihan kayu keruing, kini kita bahas apa saja kelemahan dari jenis kayu tersebut.
- Proses Pengolahan yang Sulit
Kekurangan kayu keruing yang pertama yaitu pada bagian proses pengerjaan kayu tersebut terbilang lebih sulit. Hal ini berarti pengerjaan proses pengolahan kayu keruing lebih sulit ketimbang semudah pengerjaan pada kayu jati.
- Tingkat Keawetan Tak Sebagus Jati
Meski kekuatan nya yang hampir sama dengan kayu jati, namun berbeda dengan tingkat keawetannya.
Sehingga hal ini menjadikan kayu keruing harus melalui proses perendaman atau pelapisan lebih lanjut agar lebih awet.
Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk membuat kayu keruing ini lebih awet, salah satunya dengan memberikan obat pengawet kayu agar umur dari kayu keruing tersebut dapat bertahan lebih lama.
Cara ini sangat penting untuk anda lakukan, terlebih jika anda berencana untuk memasang atau menggunakan produk kayu keruing di tempat atau ruangan yang lembab seperti di area dapur atau kamar mandi.
Tapi tak menutup kemungkinan anda juga dianjurkan untuk melakukan hal tersebut saat menggunakan kayu keruing untuk rangka atap.
Karena untuk menjadikannya rangka atap haruslah kayu yang kuat, kokoh, serta tahan lama untuk menahan beban bertahun lamanya.
Tingkat keawetan dari kayu keruing tidak begitu memukau meski tingkat keras nya menyerupai kayu jati. Tingkat keawetan dari kayu keruing ini berada pada kelas III.
Itu artinya, bahwa kayu keruing memiliki kemungkinan untuk lapuk atau keropos dengan waktu yang terbilang lumayan cepat.
Tetapi tenang saja, tingkat III ini merupakan tingkat medium atau tergolong cukup baik, bukan tingkat paling buruk atau paling bawah.
Baca juga : Plus Minus Kayu Manglid Asal Jawa Barat
Manfaat Kayu Keruing Untuk Interior Rumah

Sebelumnya kita sudah membahas sedikit tentang kegunaan utama kayu keruing yang berperan dalam hal bangunan seperti rangka atap.
Nah kali ini kita akan lebih membahas tentang kegunaan lain dari Kayu keruing untuk lantai, Plafon dan hiasan dinding.
Ada 2 produk unggulan dari jenis kayu keruing untuk interior rumah, yaitu untuk lantai kayu dan juga plafon kayu. Tentunya hal ini merupakan interior yang memberikan nuansa yang sangat berbeda pada hunian anda, lebih indah, kasual dan juga eksotis.
Apa saja produk dari keruing yang bisa diaplikasikan pada rumah? mari kita simak berikut ini:
1. Kayu Keruing Untuk Lantai parket

Jika membahas tentang interior rumah, terlebih lagi pada bagian lantai, kurang rasanya jika tak membahas kayu sebagai lantai. Jelas saja karena mungkin untuk mencipatakan nuansa yang lebih estetik pada rumah, tentunya kayu menjadi sebuah solusi pintar.
Salah satu jenis kayu yang dapat dijadikan lantai yaitu kayu Keruing, dengan tingkat keras yang memadai karena mirip dengan kayu jati menjadikan kayu keruing sangat memungkinkan untuk dijadikan lantai. Ditambah lagi dengan warna dari kayu ini yang indah.
Salah satu contoh produk lantai kayu keruing yaitu: Flooring Kayu Keruing Ukuran 1,5 x 9 x 30-90 cm yang memiliki harga Rp. 195.000.
Informasi Selengkapnya : Harga Lantai Kayu Per Meter Terbaru 2025
2. Kayu keruing untuk decking outdoor

Selain dimanfaatkan untuk lantai kayu indoor, kayu keruing juga cenderung sering digunakan untuk memenuhi keperluan sebagai decking kayu minimalis.
Biasanya decking kayu keruing diaplikasikan pada ruangan terbuka seperti taman, halaman rumah, balkon, rooftop, samping kolam renang dan lain sebagainya.
Artikel Terkait : 5 Jenis Penutup Lantai Kayu Outdoor Yang Bisa Dijadikan Pilihan
3. Kayu Keruing Untuk Plafon

Yang kedua adalah plafon atau lebih dikenal dengan lambersering, biasanya peran dari plafon ini yaitu untuk menutup atap didalam rumah.
Tentunya kesan artistik akan lebih terasa ketika atap anda dipasangkan plafon dari kayu ini, terlebih lagi warna yang dimiliki kayu keruing yang kuning cenderung cerah.
Contoh produk dari plafon kayu keruing ini yaitu Lambersering Kayu Keruing ukuran 1,2 x 7 x 180cm up yang memiliki harga 260.000 /m2.
Untuk harga dan informasi lebih lanjut, inilah Harga Plafon Keruing
4. Keruing untuk dinding kayu

Selain digunakan untuk plafon minimalis dan lantai parket, kayu keruing juga kerap kali dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai media pelapis dinding pada ruangan terbuka dan ruangan tertutup pada sebuah hunian atau bangunan.
Untuk segi ukuran, dinding kayu keruing hampir sama dengan ukuran plafon kayu keruing, begitupun sama halnya dengan harga.
Baca juga : Desain Dinding Kayu Minimalis Terbaik
Informasi lebih lanjut perihal produk-produk kayu keruing seperti plafon, dinding dan lantai kayu. Bisa langsung menghubungi pihak marketing kami untuk berkonsultasi perihal harga, detail produk beserta biaya pasang. Di bawah ini :
Harga Kayu Keruing

Harga kayu keruing yang dijual dipasaran masih tergolong terjangkau, baik harga per meter maupun per kubik harganya masih relatif murah bila dibandingkan dengan harga kayu jati atau ulin maupun kayu bengkirai.
Harga kayu keruing bervariasi tergantung ukuran dan bentuknya. Untuk log kayu keruing dengan diameter 40-50 cm, harganya sekitar Rp. 1.100.000 per batang, sedangkan diameter 20-30 cm dijual sekitar Rp. 950.000 per batang.
Selain itu, kayu keruing yang dijual per meter kubik, misalnya dalam bentuk papan berukuran 3 x 20 x 400 cm dengan isi sekitar 63 papan per kubik, dibanderol seharga Rp. 5.700.000 per meter kubik. Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pasar dan kebutuhan.
Jadi, tertarik menggunakan Kayu Keruing?
